Rusun TOD Senilai Rp705 Miliar Segera Dibangun di Stasiun Tanjung Barat Siap

Perusahaan Umum Perusahaan Nasional (Perum Perumnas) menggelontorkan kocek Rp705 miliar untuk membangun rumah susun dan apartemen dengan konsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan.
Miftahul Khoer | 16 Agustus 2017 06:48 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno (kedua kiri), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kanan), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (ketiga kiri), Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan), Dirut Perum Perumnas Bambang Triwibowo (kiri), dan Dirut PT KAI Edi Sukmoro (kanan) menekan tombol bersama peresmian pembangunan rumah susun dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Selasa (15 - 8). Pembangunan rusun dengan konsep TO

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan Umum Perusahaan Nasional (Perum Perumnas) menggelontorkan kocek Rp705 miliar untuk membangun rumah susun dan apartemen dengan konsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan.

Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Tri Wibowo mengatakan rusun tersebut dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare dengan menampung 1.232 unit sebanyak 29 lantai dari total 3 tower.

"Ini TOD pertama yang kami kerjakan bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia. Setelah ini kami akan bangun di Stasiun Pondol Cina dan juga di lokasi lainnya," ujarnya Selasa (15/8/2017).

Dia menargetkan pembangunan rusun berkonsep TOD tersebut akan rampung dalam dua tahun ke depan, sehingga masyarakat khususnya kelas menengah ke bawah bisa segera memiliki hunian yang terintegrasi dengan sistem transportasi commuter di Jabodetabek.

Bambang memaparkan pembangunan Rusun di stasiun Tanjung Barat Jakarta tersebut memiliki komposisi hunian antara lain rumah susun milik (rusunami) dan apartemen milik (anami) yang 25% persennya diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) meliputi hunian studio hingga tipe hunian dengan 2 kamar tidur.

Dalam rusun berkonsep TOD tersebut ke depannya masyarakat akan dimanjakan dengan beragam fasilitas antara lain zona komersial yang terdiri dari tempat usaha seperti restoran, kafe dan toko ritel moderen serta tradisional.

"Kami juga akan bangun park and ride yang bisa menampung sekitar 145 mobil dan mungkin bisa bertambah karena nanti akan didiskusikan lagi. Selain itu di lokasi dekat stasiun ada mal yang sedang dibangun," paparnya.

Dia menambahkan setelah menyasar stasiun, pihaknya akan segera membangun hunian di lokasi-lokasi pasar di Jakarta seiring pihaknya telah membangun kerja sama dengan PD Pasar Jaya, BUMD milik DKI di bidang perpasaran.

Menurutnya, pembangunan hunian di lokasi apsar tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat antara lain di Pasar Tanah Abang, Pasar Pasar Grogol, Pasar Cempaka Putih, Pasar Serdang dan pasar lainnya.

"Kami ingin menciptakan hunian yang terintegrasi dengan transportasi di Jakarta, dengan waktu yang cepat agar masyarakat bisa menikmati hidup lebih lama dengan keluarga dan juga nanti TOD ini bisa menekan kemacetan dan polusi akibat kendaraan pribadi," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rusunawa

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top