2 Bocah Tewas, Besok KPAI Panggil Panitia Bagi-bagi Sembako di Monas

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty mengatakan KPAI mendampingi keluarga korban anak yang meninggal dalam acara pembagian sembako di Monumen Nasional, Jakarta, pekan lalu.
Newswire | 03 Mei 2018 11:17 WIB
Sejumlah warga mengantre mengambil sembako gratis saat acara Untukmu Indonesia di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/4). Acara Untukmu Indonesia diisi dengan pembagian sembako gratis, sunatan gratis serta pertunjukan seni budaya. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty mengatakan KPAI mendampingi keluarga korban anak yang meninggal dalam acara pembagian sembako di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pekan lalu.

Insiden meninggalnya bocah berinisial AR dan MJ itu diduga karena terinjak-injak oleh massa yang membanjiri kegiatan pembagian sembako.

"Setelah dilakukan peninjauan ke lokasi, kuasa hukum keluarga korban meminta pendampingan KPAI," kata Hikmawatty saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Ia mengatakan bahwa kuasa hukum keluarga korban awalnya bekerja sendiri. Akan tetapi, ketika KPAI mendatangi, kemudian komisi negara untuk anak diminta turut membantu advokasi keluarga korban.

Atas permintaan itu, dia mengatakan bahwa pihaknya siap mengawal kasus tersebut.

"KPAI kawal untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi," ujarnya.

KPAI sendiri akan memanggil panitia penyelenggara pembagian sembako di Monas itu, Jumat (4/5/2018), guna meminta klarifikasi atas insiden yang merenggut nyawa dua bocah tersebut.

Dari pengakuan ibu korban AR, kata dia, dalam insiden meninggal anaknya itu panitia pembagian sembako tidak siap menyelenggarakan acara yang dihadiri massa yang besar.

Salah satu tolok ukurnya, kata dia, fasilitas kesehatan dan keamanan tidak seimbang dengan jumlah massa yang datang.

"Seusai AR terinjak dan butuh pertolongan, AR dibawa ke tenda media untuk mendapat pertolongan, tetapi pos kesehatan kosong dan tidak ada tenaga medis," ujar Hikmawatty.

Dia mengatakan bahwa ibu dari AR juga sulit membedakan peserta dan panitia karena tidak ada atribut yang jelas, terlebih rasio jumlah panitia tampak tidak sebanding dengan peserta.

"Organisasi dari panitia tergolong riskan. Seharusnya bisa diperkirakan berapa jumlah panitia yang diperlukan untuk jumlah massa tertentu. Apalagi, kupon pembagian sembako juga sudah diperhitungkan dan disebar," tambah Hikmawatty.

Ibu dari AR masih terpukul dengan kejadian meninggalnya sang buah hati dan beberapa kali pingsan, serta tidak mau makan. Begitu juga dengan keluarga MJ yang masih terguncang dengan insiden itu.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
monas, sembako

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup