MRT Jakarta-Gojek Teken MoU Studi Pengembangan Integrasi Mobile Payment

PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan Go-Jek Indonesia menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait studi pengembangan pembayaran tiket (mobile payment) dan bisnis di luar tiket atau non farebox.
Feni Freycinetia Fitriani | 22 Mei 2018 12:38 WIB
Presiden GO-JEK Indonesia Andre Soelistyo (kiri) dan Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar usai menandatangani nota kesepahaman terkait studi pengembangan integrasi mobile payment di Jakarta, Selasa (22/5). - Bisnis/Feni Freycinetia Fitriani

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan Go-Jek Indonesia menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait studi pengembangan pembayaran tiket (mobile payment) dan bisnis di luar tiket atau non farebox.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan ide kerja sama ini terjadi setelah dirinya bertemu pendiri Go-Jek Nadiem Makarim, tiga bulan lalu.

"Ide utamanya menciptakan digital ecosystem di Jakarta. MoU ini menjadi awal dan harus dilanjutkan agar menjadi sebuah kenyataan yaitu memperkuat penggunaan transportasi publik di Jakarta," paparnya dalam konferensi pers di kantor MRT Jakarta, Selasa (22/5/2018).

William melanjutkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut ingin belajar ke Go-Jek terkait bisnis aplikasi dan sistem pembayaran digital. Meski usianya cukup muda, Go-Jek memiliki pengalaman mengoperasikan aplikasi dan memaksimalkan teknologi finansial (financial technology/fintech) melalui Go-Pay.

Sementara itu, MRT Jakarta akan menyiapkan jalur transportasi publik sepanjang 16 kilometer (km) yang membentang dari Lebak Bulus menuju Bundaran Hotel Indonesia.

"Kami sediakan jalur dan moda transportasi publik yang bikin Jakarta naik kelas. Kami akan buka kemitraan seluas-luasnya, bukan hanya dengan Go-Jek," imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Presiden GO-JEK Indonesia Andre Soelistyo menuturkan pihaknya melihat inovasi teknologi sebagai sebuah peluang untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

"Kolaborasi antara MRT Jakarta dan perusahaan on-demand berbasis aplikasi seperti Go-Jek akan memudahkan masyarakat Jakarta dan sekitarnya dalam beraktivitas," terangnya.

Hal itu diklaim sesuai dengan visi dan misi perusahaan yaitu menciptakan sistem masyarakat menjadi lebih efektif dan efisien. Menurut Andre, ada beberapa opsi kerja sama yang bisa dieksekusi oleh Go-Jek dan MRT Jakarta.

"Ranahnya ada di ekosistem digital. Misalnya, pembayaran [tiket] serta delivery makanan. Saat ini, kami punya platform Go-Food dan Go-Pay, bisa juga ada Go-Food Merchant di stasiun MRT. Intinya, kami Go-Jek bangga bisa terlibat di proyek koridor I fase I MRT Jakarta," tambahnya.

Tag : mrt jakarta, Gojek
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top