Sembako Maut di Monas, Polisi Periksa Kepala Dinas Pariwisata DKI

Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata DKI Jakarta Tinia Budiati memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kegiatan pesta rakyat yang diduga menyebabkan kematian dua anak di Monumen Nasional (Monas).
Newswire | 24 Mei 2018 15:36 WIB
Sejumlah warga berdesakan untuk mengambil sembako gratis saat acara Untukmu Indonesia di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (28/4). Acara Untukmu Indonesia diisi dengan pembagian sembako gratis, sunatan gratis serta pertunjukan seni budaya. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA- Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata DKI Jakarta Tinia Budiati memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kegiatan pesta rakyat yang diduga menyebabkan kematian dua anak di Monumen Nasional (Monas).

"Kadis Pariwisata sudah datang dan sedang menjalani pemeriksaan," kata Kepala Subdirektorat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Jerry Raymond Siagian di Jakarta Kamis (24/5/2018).

Penyidik Polda Metro Jaya mengagendakan pemeriksaan terhadap Tinia guna menanyakan tugas pokok dan prosedur perizinan kegiatan di Monas itu.

Pemeriksaan terhadap Tinia dilakukan usai penyidik kepolisian meminta keterangan Kepala UPT Monas Munjirin. Sebelumnya, FUI menggelar pesta rakyat dan pembagian bahan pokok di kawasan Monas Jakarta Pusat pada Sabtu (28/4/2018).

Acara itu diduga menewaskan dua anak yakni Mahesha Junaedi dan Rizki diduga usai mengantri pembagian bahan pokok.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menjelaskan kronologi kejadian ketika petugas kepolisian menerima laporan seorang remaja berusia 13 tahun tidak sadarkan diri di seberang Mabes TNI Angkatan Darat (AD), Jakarta Pusat.

Saat itu, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melintasi lokasi kejadian menggunakan mobil ambulans kemudian membawa remaja itu ke Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat.

Tiba di Rumah Sakit Tarakan korban dalam kondisi masih hidup kemudian menjalani perawatan, namun nyawa remaja itu tidak tertolong.

Argo menduga korban meninggal dunia akibat suhu badan meningkat dan dehidrasi karena kekurangan cairan.

Selanjutnya, polisi juga mendapatkan laporan tentang seorang remaja berusia 11 tahun meninggal dunia RS Tarakan pada Minggu (29/4/2018) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Argo menyatakan polisi sempat menanyakan kepada dokter jaga perihal penyebab kematian remaja itu akibat dehidrasi dan suhu badan tinggi.

Sumber : Antara

Tag : monas
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top