Tiang Pancang Monorail Mangkrak tak Bermanfaat

Pakar transportasi menilai tiang pancang bekas pembangunan proyek monorail di Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, tidak bermanfaat lagi.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 24 September 2018 20:27 WIB
/Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Pakar transportasi menilai tiang pancang bekas pembangunan proyek monorail di Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, tidak bermanfaat lagi.

Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata Djoko Setijowarno 

mengatakan bahwa tiang pancang monorail yang berada di Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat mengganggu estetika jalan dan seharusnya tiang pancang ini sudah dibongkar.

Hal ini karena tiang tersebut tidak dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan infrastruktur transportasi yang lain.

Dia menilai bila tiang tersebut digunakan untuk jalur light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT) harus memiliki struktur yang kuat. Sedangkan, tiang pancang ini hanya mampu untuk menahan alat transportasi berbasis monorail yang terbilang lebih ringan.

Selain itu, dia menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berkata akan memanfaatkan kembali tiang pancang ini untuk integrasi transportasi. Djoko mengungkapkan bila pemanfaatan tersebut adalah melanjutkan monorail maka Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus berpikir ulang.

"Kalau monorail itu sebagai angkutan umum itu sudah tidak bisa lagi. Ketika dulu dibangun saya termasuk yang menentang karena rute monorail itu muter-muter di kota. Harusnya membuatnya itu dari pemukiman ke pusat kota," kata Djoko kepada Bisnis, Senin (24/9/2018).

Dia menjelaskan rute monorail ini sebelumnya melayani rute Tanah Abang—Kuningan. Hal ini dianggap tidak membantu sama sekali perjalanan penumpang ke rumah yang dituju. Terkecuali bila rute diubah dari pusat perkotaan hingga pemukiman.

"Alasan pembangunan monorail karena waktu itu ada anggapan kota sekelas Jakarta tidak memiliki transportasi ini, bahkan Malaysia telah memilikinya. Tapi bukan masalah monorail-nya tapi pilihan rute sudah keliru," ungkapnya.

Dia menjelaskan hitungan-hitungan bisnis bila monorail ini beroperasi tidak menguntungkan bagi berbagai pihak yang membuat proyek ini mangkrak. Hal ini karena kemungkinan monorail tersebut sepi dari penumpang. 

"Tiang pancang saat ini bisa digunakan untuk pasang reklame saja," ungkap Djoko sembari bercanda.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum berencana untuk membongkar tiang pancang monorail dalam dalam waktu dekat. Langkah untuk menentukan nasib tiang pancang monorail ini akan dipertimbangkan oleh Pemprov dan beberapa pihak terkait.

Menurutnya, beberapa waktu lalu Pemprov DKI telah berbicara dengan pihak pengembang monorail. Kendati demikian, pembicaraan ini belum menunjukkan titik temu untuk kedua belah pihak. Dengan demikian, Pemprov DKI masih mengkaji pemanfaatan kembali tiang pancang ini untuk bisa terintegrasi dengan alat transportasi lain.

"Semua kemungkinan itu ada [dimanfaatkan kembali tiang pancang]. Kita lihat terkait dengan aspek dari rencana transportasi Jakarta secara lengkap. Jadi solusinya bukan cuma monorail-nya saja tapi bagaimana intergrasi antarmoda transportasi di Jakarta," kata Anies pekan lalu. 

Tag : jakarta monorail
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top