Patuhi Rekomendasi Komisi ASN, Anies Lantik 2 Staf Jadi Eselon II

Pemprov DKI kembali melakukan rotasi dan promosi 16 pejabat eselon II dan III di lingkungan Balai Kota DKI.
Feni Freycinetia Fitriani | 25 September 2018 15:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melantik pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemprov DKI./JIBI/BISNIS/ Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melantik pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemprov DKI. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melantik pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemprov DKI./JIBI/BISNIS - Feni Freycinetia Fitriani

Bisnis.com, JAKARTA - Pemprov DKI kembali melakukan rotasi dan promosi 16 pejabat eselon II dan III di lingkungan Balai Kota DKI.

Selain merotasi pegawai negeri sipil (PNS) yang sedang mengisi jabatan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ternyata memanggil kembali dua mantan pejabat teras yang sebelumnya sudah dijadikan staff.

Dua pejabat tersebut, yakni mantan Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi dan mantan Kepala Biro Kesejahteraan Sosial Adi Ariantara. Seperti diketahui, Tri dan Adi sudah di-staf-kan oleh Anies saat perombakan kepala dinas dan wali kota besar-besaran beberapa bulan lalu.

Gara-gara perombakan tersebut, Anies mendapat teguran oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). KASN bahkan mengeluarkan rekomendasi, salah satunya mengembalikan beberapa pejabat ke posisi semula.

Dalam pelantikan yang digelar secara tertutup di Balai Agung DKI Jakarta, Tri Kurniadi kembali masuk formasi sebagai Sekretaris Badan Kerja Sama Pemerintah Daerah (BKSP) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur.

Sementara itu, Adi Ariantara menjabat posisi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DKI Jakarta menggantikan Irwandi yang menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Pusat.

Tri Kurniadi menceritakan dirinya tak mengajukan tes atau assesment untuk menjabat sebagai Sekretaris BKSP setelah sebelumnya berada Badan Pembinaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) DKI Jakarta.

"Oh engga, ini dipanggil [Gubernur DKI] hari Kamis lalu. Beliau mengatakan Pak Tri dapat penugasan baru. Saya bilang siap," katanya di Balai Kota DKI, Selasa (25/9/2018).

Dia mengatakan tugaskan sekarang melaksanakan koordinasi antar pemerintah Jakarta dengan Bodetabekjur. Termasuk soal pembangunan dan pemberian dana hibah. Nantinya, dia harus berkoordinasi atau sowan dengan Gubernur Jabar, Banten, Walikota, serta Bupati di masing-masing kota.

Senada dengan Tri Kurniadi, Adi Ariantara mengatakan dirinya tidak mengajukan assesment untuk mengisi posisi pejabat eselon II. Sebelumnya, Adi di-staff-kan dan menjadi pelaksana teknis fungsional di BPSDM.

"Enggak, saya diundang. Saya kan cuma staf. Pokoknya saya ditugaskan di mana saja enggak masalah," katanya.

Adi mengaku diundang oleh panitia seleksi lelang jabatan. Dia pun mengisi semua keperluan sesuai kapasitasnya. Setelah selesai, dokumen dan hasil tes diproses di Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Mantan Kepala Biro Perekonomian DKI Jakarta tersebut menuturkan sudah mengabdi selama 33 tahun sebagai PNS DKI Jakarta. Meski demikian, dia mengaku butuh waktu untuk mempelajari tanggung jawabnya sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, khususnya program OK OCE.

"Saya akan lihat RPJMD dan visi-misi Gubernur. Termasuk program OK OCE. Saya akan bandingkan dengan kondisi di lapangan, itu yang paling penting," jelasnya.

Tag : pemprov dki, anies baswedan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top