Selain Transjakarta, Pemprov DKI Juga Rombak Direksi MRT

Pemprov DKI mengganti posisi Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono dengan Agung Wicaksono. Agung sebelumnya diketahui menjabat sebagai Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta.
Feni Freycinetia Fitriani | 29 Oktober 2018 21:00 WIB
Mass Rapid Transit (MRT) - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA--Pemprov DKI mengganti posisi Direktur Utama Transjakarta Budi Kaliwono dengan Agung Wicaksono. Agung sebelumnya diketahui menjabat sebagai Direktur Operasional dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta. 

Dampak dari keputusan tersebut, pemerintah ikut merombak jajaran direksi PT MRT Jakarta. Perombakan dilakukan dalam Rapat Usaha Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Sirkuler (keputusan di luar RUPS fisik) yang digelar hari ini, Senin (29/10).

Dalam RUPS LB tersebut, dilakukan pemberhentian Agung Wicaksono dari jabatannya sebagai Direktur Direktur Operasional dan Pemeliharaan karena menjadi pucuk pimpinan Transjakarta. 

Pemprov DKI lantas mengangkat dua direksi dan satu baru, yaitu Muhammad Effendi sebagai Direktur Direktur Operasional dan Pemeliharaan, Ghamal Peris sebagai Direktur Pengambangan dan Dukungan Bisnis, dan Mukhtasor sebagai Komisaris.

Kepala BP BUMD dan Penanaman Modal DKI Yurianto mengatakan pengangkatan Muhammad Effendi sebagai Direktur Operasional dan Pemeliharaan didasarkan atas pertimbangan sebelumnya menduduki jabatan sebagai Kepala Divisi Konstruksi di PT MRT Jakarta. 

“Selain itu, Effendi juga memiliki pengalaman panjang dalam mengelola operasi perusahaan dengan aspek keamanan yang tinggi. Serta memiliki pengalaman 11 Tahun bekerja di Rasgas Qatar,” ujarnya di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (29/10/2018).

Sementara itu, pengangkatan Ghamal Peris sebagai Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis didasarkan pada pertimbangan untuk mengembangkan PT MRT Jakarta ke depan.

Sebelumnya, Ghamal memiliki pengalaman sebagai Senior Advisor di PT MRT Jakarta dan berpengalaman sebagai Country Director Sodexo di Perancis, Taipei, dan Singapura.

Yurianto berharap kepengurusan baru PT Transportasi Jakarta dan PT MRT Jakarta baru mampu membuat transportasi publik ini bisa lebih kompak, solid, dan profesional.

“Kami berharap kedua BUMD DKI diharapkan dapat berkontribusi lebih besar bagi perekonomian dan memperbaiki sistem transportasi massal Ibu Kota," ujarnya. 

PT MRT Jakarta juga ditargetkan dapat segera memulai operasional untuk Fase I koridor Lebak Bulus – Bundaran HI tepat waktu pada bulan Maret 2019. Selanjutnya, direksi dituntut segera memproses percepatan pembangunan MRT Jakarta Fase II koridor Bundaran HI – Kampung Bandan.

“Yang paling penting, PT MRT Jakarta diharapkan dapat melaksanakan penugasan-penugasan yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang digariskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2017 – 2022,” kata Yuri.

Tag : mrt, pemprov dki
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top