Koridor I Transjakarta Bakal Terintegrasi MRT

Pemprov DKI Jakarta berencana mengintegrasikan koridor I Transjakarta dengan moda raya transit (MRT) fase I.
Feni Freycinetia Fitriani | 09 November 2018 20:43 WIB
Foto aerial proyek konstruksi Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan - Antara/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA--Pemprov DKI Jakarta berencana mengintegrasikan koridor I Transjakarta dengan moda raya transit (MRT) fase I. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan jalur Transjakarta rute Blok M-Kota dan MRT Lebak Bulus Bundaran Hotel Indonesia harus menjadi contoh integrasi dua moda yang berada di bawah payung Jak Lingko.

Pernyataan Anies sekaligus menepis isu bahwa pemerintah bakal menghapus koridor I Transjakarta ketika MRT mulai beroperasi Maret tahun depan.

"Belum ada [rencana], nanti. Jangan buru-buru hapus. Ini bukan soal hapus atau tidak, tetapi bagaimana kebutuhan semua warga terfasilitasi," katanya di Balai Kota DKI, Jumat (9/11/2018).

Dia menuturkan semua moda yang berada di sepanjang jalur menuju pusat kota mulai dari Blok M  hingga Sudirman-Thamrin akan tetap beroperasi seperti biasa. Tidak ada perubahan di jalur eksisting tersebut.

Justru, kata Anies, pemerintah tengah melakukan kajian untuk mengintegrasikan koridor I Transjakarta dan MRT dengan moda transportasi lain, misalnya bus kecil atau angkutan kota (angkot).

Dia mengatakan saat ini setidaknya sudah ada 11 operator angkot yang telah bergabung dengan skema One Karcis One Trip (OK-Otrip) 

"Pengintegrasian dilakukan dalam artian warga dari mana saja bisa kemana saja. Makanya, kami harus mengurai rute-rute untuk menjangkau masyarakat sesuai kebutuhan," jelasnya.

Karena itu, proses re-branding OK-Otrip menjadi Jak Lingko sangat penting untuk memfasilitasi moda angkutan umum yang ada di Jakarta, yaitu Transjakarta, MRT, LRT, bus sedang (Kopaja/Metromini), dan bus kecil.

Khusus untuk Koridor I, MRT dan Transjakarta akan menjadi contoh konektivitas dua moda transportasi publik di Jakarta.

"Nanti orang bisa naik MRT dari Lebak Bulus, lalu dia turun di Dukuh Atas dan pindah naik Transjakarta. Hal itu bisa dilakukan," ungkapnya.

Direktur Operasional Transjakarta Daud Joseph mengatakan rute Koridor I Transjakarta bisa dikatakan jalur paling padat atau paling gemuk di antara 13 koridor lain.

"Ada 25 rute BRT yang lalu-lalang di koridor I setiap hari. Jadi bukan cuma Blok M-Kota. Makanya, kami perlu membangun infrastruktur khususnya halte yang bisa menampung banyak penumpang," ucap Daud. 

Dia mengatakan saat ini pihaknya tengah membangun halte Bundaran Hotel Indonesia. Halte tersebut sebelumnya pernah digunakan namun dibongkar karena adanya pembangunan konstruksi bawah tanah (underground) MRT. 

"Halte Transjakarta baru akan terintegrasi dengan stasiun MRT Bundaran HI. Ini merupakan contoh integrasi fasilitas paling ideal sehingga dapat ditiru untuk pembangunan MRT fase II [Bundaran HI-Kampung Bandan]," ujarnya.

Tag : mrt, transjakarta
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top