Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek ITF Sunter Butuh Dana Rp3,6 Triliun

Pengerjaan proyek ITF Sunter bekerjasama dengan Fortum dari Finlandia dan membutuhkan dana sebesar Rp 3,6 triliun
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 20 Desember 2018  |  13:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Proyek fasilitas pengelolaan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) di Sunter yang dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) bekerjasama dengan Fortum, perusahaan yang bergerak di sektor pembangkit listrik dari Finlandia.

Dirut PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto menyebut ITF yang dibangun di Sunter mampu mengonversi sampah menjadi energi listrik menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, dan sudah terbukti di banyak negara Eropa dan Asia.

Teknologi yang akan digunakan pun memenuhi sudah standar Uni Eropa yaitu European Union Directive 2010/75/EU.Nilai investasi atas pembangunan ITF sendiri sebesar US$250 juta atau sekitar Rp3,6 triliun.

Untuk memenuhi pembiayaan yang diperlukan tersebut, Dwi mengaku pihaknya mendapat pinjama dari World Bank dan kontrak kerjasamanya sudah ditandatangani oleh kedua pihak saat World Bank Conference di Bali pada Oktober 2018 lalu.

Dwi beralasan dana yang diberikan oleh APBD terlalu sedikit untuk menjalankan proyek tersebut sehingga pinjaman dari Wolrd Bank diperlukan.

Terkait dengan pengembalian pinjaman, Dwi menerangkan pihaknya masih mempertimbangkan berbagai bentuk skema pengembalian.

"Bila perlu nanti siapa tahu lembaga pembiayaan tersebut akan masuk dalam organisasi joint venture sebagai investor," imbuh Dwi.

Seperti yang diketahui, ITF mampu menghasilkan tenaga listrik sebesar 35 megawatt setiap harinya. Berdasarkan keterangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, listrik yang dihasilkan oleh ITF akan dijual untuk dikelola oleh PLN.

Terkait dengan sistem pengelolaan ITF nantinya, Dwi menyebut pengelolaannya, terutama dalam hal biaya yang perlu dikeluarkan oleh Pemprov DKI untuk pengelolaan sampah, sedang dikaji oleh konsultan internasional dan akan diajukan dalam Raperda pada 2019 nanti.

ITF sendiri ditargetkan selesai dalam jangka waktu tiga tahun, akan tetapi Anies minta proyeksi tersebut dikaji kembali. Anies menargetkan proyek ITF tersebut bisa selesai dalam jangka waktu dua tahun enam bulan. Dia juga menekankan bahwa percepatan pembangunan yang ditargetkan olehnya jangan sampai mengorbankan keamanan dan kualitas.

"Jadi dua itu tetap dijaga. Nanti teman-teman di PT Jakpro dan Fortum mereview aspek-aspek apa saja yang bisa dikerjakan secara bersamaan sehingga hasilnya mempercepat masa pembangunan," kata Anies.

Setelah ITF kelar,  Anies berharap tidak ada lagi masalah penimbunan sampah seperti yang terjadi di PTSP Bantargebang dan setiap sampah yang dihasilkan oleh DKI Jakarta bisa terolah.

Pemprov DKI Jakarta tidak hanya membangun ITF di Sunter untuk menanggulangi produksi sampah di DKI Jakarta yang mencapai 7000 hingga 8000 ton setiap harinya. ITF di Sunter hanya mampu mengolah sampah sebesar 2200 ton setiap harinya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan sampah itf
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top