DKI Jakarta Catat 813 Kasus DBD, Daerah Rawan Jadi Prioritas Fogging

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat sudah ada 813 kasus DBD di DKI Jakarta di sepanjang bulan Januari 2019.
Muhamad Wildan | 02 Februari 2019 04:27 WIB
Petugas Puskesmas melakukan pengasapan (fogging) di Kelurahan Tamanan, Kota Kediri, Jawa Timur, Selasa (15/1/2019). - ANTARA/Prasetia Fauzani

Bisnis.com, JAKARTA–Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat sudah ada 813 kasus DBD di DKI Jakarta di sepanjang bulan Januari 2019.

Ada lima kecamatan dengan kasus DBD tertinggi yaitu Kalideres dengan 104 kasus, Cengkareng 60 kasus, Jagakarsa 51 kasus, Cipayung 41 kasus, dan Kebayoran Baru 39 kasus.

Kepala Dinkes DKI Jakarta Widyastuti pun mengatakan pihaknya sedang melakukan pendataan atas tempat-tempat yang rawan terjadi penularan DBD agar pencegahan bisa berjalan maksimal. Fogging akan dilaksanakan di area-area yang ditemukan sebagai tempat rawan DBD.

Widyastuti pun melanjutkan bahwa fogging bukanlah instrumen pencegahan DBD sehingga pihaknya akan melakukan fogging di tempat-tempat yang memang ditemukan rawan DBD.

Fogging yang tidak tepat sasaran justru akan menyebabkan nyamuk resisten dan fogging yang biasa dilakukan pun malah tidak akan mampu meminimalisir wabah DBD.

Demi mencegah bertambahnya kasus DBD, Dinkes DKI Jakarta pun telah menginformasikan kepada masyarakat terkait tata cara pencegahan DBD melalui pemberantasan sarang nyamuk.

"Kita selalu update dan investigasi di lapangan sehingga kalau ada sesuatu kita langsung menindaklanjuti," tutur Widyastuti, Jumat (1/2/2019).

Tag : dbd
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top