Transjakarta Targetkan 1.400 Angkot Gabung Jak Lingko

PT Transjakarta menargetkan lebih banyak armada bus mikro atau angkot bergabung dalam program Jak Lingko.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 04 Februari 2019  |  17:37 WIB
Transjakarta Targetkan 1.400 Angkot Gabung Jak Lingko
Ilustrasi-Bus Transjakarta melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (2/1/2019). - ANTARA/Dhemas

Bisnis.com, JAKARTA--PT Transjakarta menargetkan lebih banyak armada bus mikro atau angkot bergabung dalam program Jak Lingko.

Dirut PT Transjakarta Agung Wicaksono mengatakan saat ini tercatat sebanyak 661 angkot sudah terintegrasi. Angkot Jak Lingko tersebut melayani sekitar 33 rute di berbagai wilayah Ibu Kota.

"Target kami tahun ini sebanyak 1.400 angkot terintegrasi dengan Jak Lingko. Ini kumulatif dengan realisasi saat ini. Sementara itu, untuk rute kami berharap ada kenaikan dari 33 menjadi 60 rute," ujarnya ketika ditemui di Balai Kota DKI, Senin (4/1/2019).

Dia menuturkan saat ini dari 11 operator yang menjadi mitra Transjakarta, 9 di antaranya telah terintgrasi dengan Jak Lingko. Secara kontrak, lanjutnya, operator-operator tersebut sudah memenuhi syarat.

Agung berharap peningkatan target armda dan rute angkot yang tergabung dalam program Jak Lingko akan menambah jumlah penumpang secara keseluruhan.

"Jumlah penumpang yang naik angkot Jak Lingko saat ini sekitar 73ribu. Mudah-mudahan nanti bertambah," jelasnya.

Secara keseluruhan, BUMD DKI ini menargetkan jumlah pelanggan mencapai di atas 231 juta dengan 236 rute yang dilayani sepanjang 2019.

Transjakarta juga mengedepankan pengintegrasian layanan dengan sejumlah moda transportasi. Seperti pembangunan fasilitas fisik interkoneksi antara halte TransJakarta dan stasiun MRT Jakarta yang diawali dengan halte Bunderan HI dan halte Tosari. Kemudian dilanjutkan dengan halte CSW Sisingamangaraja dan Lebak Bulus.

Konektivitas halte di Pemuda Rawamangun dengan Stasiun LRT Velodrome di Rawamangun, yang menjadi integrasi fisik antara TransJakarta dengan LRT Jakarta.

"2019 merupakan momen yang tepat merealisasikan Transportasi Jakarta terintegrasi dengan seluruh moda angkutan umum," kata Agung.

Sebagaimana diketahui, pada 2018 lalu Transjakarta melayani 189,77 juta pelanggan naik 31% dibandingkan tahun sebelumnya yang mengangkut 144,72 juta penumpang di 2017.

Agung mengungkapkan menjalin komunikasi intensif dengan MRT Jakarta pada aspek integrasi rute dan pembayaran. Targetnya untuk optimalisasi koridor I Transjakarta yang terhubung dengan MRT Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transjakarta

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top