Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Revitalisasi TIM : Jakpro dan UP PKJ saling Tunggu Restu Anies Jadi Pengelola

Pengelolaan TIM pasca-revitalisasi masih bergantung pada kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  18:53 WIB
Taman Ismail Marzuki - wikipedia
Taman Ismail Marzuki - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA – Pengelolaan TIM pasca-revitalisasi masih bergantung pada kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Hingga saat ini baik PT Jakpro maupun Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta (UP PKJ) TIM masih menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) yang memutuskan wewenang pengelolaan tersebut.

PT Jakpro pun juga telah menyiapkan mekanisme pengelolaan TIM apabila setelah revitalisasi nanti pengelolaannya memang akan diserahkan kepada PT Jakpro.

"Kita masih belum rencanakan pengelolaan secara detail karena kita masih progress dan itu kita serahkan ke Pemprov terkait pengelolaan," kata Direktur Proyek Revitalisasi TIM PT Jakpro Luky Ismayanti, Rabu (20/2/2019).

Dirut PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto pun menegaskan pihaknya tidak terobsesi untuk menjadi pengelola TIM pasca-revitalisasi.

"Kalau kita leader pengelolaan maka kita akan libatkan stakeholder. Termasuk orientasinya ke edukasi. Perlu juga saya ingatkan PT Jakpro sebagai BUMD tidak semata-mata mencari keuntungan, tapi jangan juga dibuat rugi," tutur Dwi, Rabu (20/2/2019).

Lebih lanjut, apabila PT Jakpro nantinya ditunjuk untuk menjadi pengelola dari TIM, Dwi pun berkomitmen menggunakan keuntungan pengelolaan untuk mengembangkan kegiatan seni di TIM.

Untuk diketahui, TIM pasca-revitalisasi dipastikan akan dikelola secara komersial sehingga dalam pengelolaannya tidak perlu bergantung lagi pada APBD.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taman ismail marzuki
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top