Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Meski Difitnah dan Dihina, Ahok : Asal untuk Kepentingan Nasional, Saya Tetap Tegak Berdiri

Masyarakat saat ini tidak diminta untuk berkorban nyawa seperti masa penjajahan dulu untuk membela Indonesia.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  15:39 WIB
Meski Difitnah dan Dihina, Ahok : Asal untuk Kepentingan Nasional, Saya Tetap Tegak Berdiri
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. - Instagram @basukibtp
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA — Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengungkap alasan mengapa dirinya rela menjalani semua hukuman terkait dengan kasus penodaan agama yang menimpanya.

Menurutnya, semua warga negara tidak boleh menggunakan kepentingan berbau Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

"Ketika saya dihina, difitnah, dipermalukan dan diperlakukan tidak adil sekalipun, asal untuk kepentingan nasional saya akan tetap tegak berdiri menjalaninya. Jika setiap warga negara rela “mematikan” egonya, kepentingan SARA-nya, maka saat itulah Indonesia akan menuju kejayaan," kata Ahok seperti dikutip dalam akun Instagram @basukibtp, Selasa (23/7/2019).

Ahok menuturkan tugas utama saat masih menjabat di Balai Kota DKI Jakarta adalah bekerja tanpa korupsi.

Menurutnya, masyarakat saat ini tidak diminta untuk berkorban nyawa seperti masa penjajahan dulu untuk membela Indonesia.

Hal lain yang tak kalah penting, kata Ahok, adalah memaafkan kesalahan masa lalu. Mantan Bupati Belitung Timur tersebut menuturkan harus ada rekonsiliasi nasional bagi seluruh kekhilafan atau kesengajaan terjadinya kejahatan kemanusiaan demi kekuasaan.

"Ini harus dilakukan supaya kita tidak terjebak dalam polemik saling menyalahkan soal masa lalu," ujar Ahok.

Seperti diketahui, Ahok menerima penghargaan Rooseeno Award IX-2019 pada Senin (22/07/2019). Penghargaan itu diberikan kepada tokoh Indonesia yang dinilai memiliki etos kerja dan integritas tinggi.

Ahok menuturkan kehidupannya sebagai seorang Gubernur DKI Jakarta berubah dalam sekejap. Setelah kalah di ajang Pilkada DKI 2017, dia divonis bersalah oleh hakim terkait kasus penistaan agama. Ahok pun langsung masuk tahanan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat.

Kondisi tersebut, kata Ahok, tentu memunculkan kekecewaan dan rasa ketidakadilan. Mantan Bupati Belitung Timur tersebut merasa dikorbankan, namun akhirnya harus melewati masa-masa penuh kekecewaan dan amarah tersebut.

Pelajaran yang didapat dari kondisi awal di Mako Brimob adalah dalam kesulitan dia menyikapinya sebagai “blessing in disguise”.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ahok basuki tjahaja purnama penistaan agama
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top