Gandeng Pegadaian, 4 BUMD DKI Buat Tabungan Emas & Haji untuk Pedagang

Empat BUMD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Pegadaian (Persero) menggelar program Tabungan Emas dan Arrum Haji untuk para pedagang di Ibu Kota.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 09 November 2019  |  22:33 WIB
Gandeng Pegadaian, 4 BUMD DKI Buat Tabungan Emas & Haji untuk Pedagang
Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto bersama para direktur utama BUMD DKI Jakarta yang didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan kerja sama tabungan emas dan arrum haji buat para pedagang - Bisnis/Aziz Rahardyan

Bisnis.com, JAKARTA — Empat badan usaha milik daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) menggelar program Tabungan Emas dan Arrum Haji untuk para pedagang di Ibu Kota.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pegadaian dengan Bank DKI, Jamkrida Jakarta, PD Pasar Jaya, dan PT Food Station Tjipinang, bersamaan dengan acara groundbreaking Masjid Apung Ancol yang turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla.

"Kerja sama yang kami lakukan bukan semata-mata meningkatkan volume penjualan dan pemasaran produk kami. Tapi juga mengoptimalkan kanal distribusi masing-masing perusahaan, sehingga saling memberikan keuntungan," ungkap Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, Sabtu (9/11/2019).

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama Jamkrida Jakarta Chusnul Ma'arif, Direktur Utama Bank DKI Zainuddin Mappa, Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin, dan Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi.

Turut hadir pula Kepala Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta Riyadi yang menjelaskan bahwa momen kerja sama ini merupakan salah satu amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta untuk pengembangan dan peningkatkan kesejahteraan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Ibu Kota.

Kuswiyoto menjabarkan bahwa tujuan penandatanganan kerja sama ini salah satunya untuk saling menguntungkan dalam meningkatkan sinergi antarsemua pihak, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan.

Serta, mempeluas jaringan sinergi antar BUMN dengan BUMD, khususnya di DKI Jakarta, meliputi pemanfaatan sumber daya, produk, layanan dan pengembangan jaringan untuk jasa serta produk unggulan. Sehingga sumber daya yang dimiliki Pegadaian dapat dioptimalkan oleh semua pihak dan newujudkan One Family, One Nation, and One Vision to Excellence.

"Adanya kerja sama ini setiap perusahaan dapat memanfaatkan kapasitas dan kapabilitas dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bisnis masing-masing," tambah Kuswiyoto.

Dia mengaku kerja sama yang telah dilakukan Pegadaian dengan lebih dari 100 perusahaan yang terdiri dari perusahaan BUMN, BUMD, Swasta, Asosiasi, dan beberapa Instansi di seluruh Indonesia, mampu memberikan dampak postif untuk peningkatan kinerja perseroan.

Hal ini terlihat dari kinerja perusahaa di Kuartal lll yang meningkat dibandingkan periode yang sama. Outstanding Loan tercatat menunjukkan peningkatan sebesar 17%, total aset sebesar 14% , dan laba bersih sebesar 19%. Aset Pegadaian tercatat mencapai Rp59 triliun, pendapatan usaha mencapai Rp9,8 triliun dan laba bersih Rp2,3 triliun.

Hingga September 2019, bisnis Pegadaian yang direpresentasikan dari penyaluran uang pinjaman tumbuh 17,72 % dibandingkan periode sebelumnya (YoY), angka tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan industri pembiayaan pada periode yang sama, tumbuh sebesar 3,53 % dari Rp435,7 triliun menjadi Rp451,1 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank dki, pd pasar jaya, pegadaian, jamkrida, Food Station Tjipinang

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top