Korban Penggusuran di Sunter: Janji Anies Palsu

Subaidah, 40 tahun, salah seorang korban penggusuran di Sunter masih mengingat jelas alasannya memilih pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam pemilihan gubernur (Pilgub) DKI 2017. Salah satu janji Anies-Sandiaga yang ada di benaknya, yakni tak ada lagi penggusuran di Ibu Kota.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 19 November 2019  |  09:41 WIB
Korban Penggusuran di Sunter: Janji Anies Palsu
Seorang anak beraktivitas di tempat pengungsian sementara saat terjadi penggusuran di kawasan Sunter, Jakarta, Senin (18/11/2019). Pemerintah Kota Jakarta Utara bersama 1.500 personel gabungan dari kepolisian, Satpol PP, dan PPSU melakukan penggusuran bangunan liar untuk mendukung program pemerintah dalam menormalisasi saluran air sepanjang 400 meter dengan lebar sekitar enam meter. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Subaidah, 40 tahun, salah seorang korban penggusuran di Sunter masih mengingat jelas alasannya memilih pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam pemilihan gubernur (Pilgub) DKI 2017. Salah satu janji Anies-Sandiaga yang ada di benaknya, yakni tak ada lagi penggusuran di Ibu Kota.

Kini, Subaidah harus merasakan rumahnya yang berdiri di pinggiran kali itu dihancurkan. Rumah Subaidah berlokasi di Jalan Agung Perkasa 8, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara yang digusur Kamis (14/11/2019).

"Pilih Pak Anies, kami kan rakyat kecil maunya yang terbaik. Kan Pak Anies janjinya sebelum itu kan enggak ada penggusuran, enggak taunya janjinya bohong," kata Subaidah saat ditemui di lokasi penggusuran, Senin (18/11/2019).

Wanita 40 tahun itu merantau dari Madura, Jawa Timur ke Jakarta sejak 1988. Dia mengaku telah memiliki kartu tanda penduduk (KTP) DKI. Karena itu, dia turut mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) di Kelurahan Papanggo. Alamatnya tercantum di Kelurahan Papanggo, bukan tempat tinggalnya di Jalan Agung Perkasa 8.

"Di sini enggak ada RT RW, kan pergudangan. Jadi kami bikin KK (kartu keluarga) di Papanggo," kata Subaidah.

"Di sini semua pendukungnya Pak Anies tapi janjinya itu palsu semua."

Warga lain, Kuswati juga ingat pernyataan pemerintah DKI yang menjanjikan tidak akan menggusur tempat tinggal di Jalan Agung Perkasa 8. Janji itu disampaikan oleh Asisten Pemerintahan DKI Artal Reswan ketika warga berdemonstrasi di depan Balai Kota, Jakarta Pusat dua bulan lalu.

"Katanya enggak ada pembongkaran, enggak ada penggusuran. Sekarang kayak gini," ujar wanita 52 tahun ini.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Muhamad Taufik menyatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak pernah berjanji tidak akan menggusur. 

"Enggak. Enggak ada janji enggak akan penggusuran," ujarnya.

Taufik mengatakan jika ada penggusuran tergantung lokasinya, apakah lahan tersebut milik pemerintah DKI atau bukan. Termasuk, penggusuran di kawasan Sunter itu.

"Kalau tanah milik pemerintah yang diberesin," ujarnya.

Menurut Taufik, salah satu janji Anies adalah peremajaan kota dengan tanpa penataan kembali. Dia memisalkan penataan Kampung Akuarium yang tidak dipindahkan.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan pihaknya akan melakukan penataan di Jalan Agung Perkasa 8 untuk mengembalikan fungsi saluran dan jalan yang diduduki oleh sejumlah pengusaha barang bekas. Sejak 20 tahun lalu, gudang para pengusaha berdiri dan menutup saluran.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anies baswedan, penggusuran

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top