Penampakan Pasar Senen Blok I dan II yang Bakal Jadi Kawasan TOD

Setelah mengalami musibah kebakaran pada Januari 2017, kemudian dibongkar hingga rata dengan tanah, kini Pasar Senen Blok I dan II tengah memulai era baru.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 21 November 2019  |  11:42 WIB
Penampakan Pasar Senen Blok I dan II yang Bakal Jadi Kawasan TOD
Rencana desain Pasar Senen Jaya Blok I dan II - doc. Humas
  • Pembangunan bertajuk Senen Jaya diproyeksi menelan biaya investasi hingga Rp900 miliar.
  • Pengganti pasar Blok I dan II ini diharapkan bisa topping off pada Februari 2021.

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah mengalami musibah kebakaran pada Januari 2017, kemudian dibongkar hingga rata dengan tanah, kini Pasar Senen Blok I dan II tengah memulai era baru.

PT Jaya Real Property Tbk., anak usaha PT Pembangunan Jaya Tbk. selaku pengelola Pasar Senen Blok I dan II berencana membangun kembali kawasan yang akan dikenal dengan nama Senen Jaya ini sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD).

Berikut beberapa konsep layout bangunan yang diungkap PT Jaya Real Property kepada Bisnis, Kamis (21/11/2019), di mana Transjakarta diproyeksi menjadi transportasi massal andalan yang bisa masuk mengantar para konsumen.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Trisna Muliadi sebelumnya menjelaskan bahwa sebenarnya pihaknya juga tengah dipercaya menggarap Blok V. Namun, pembangunan Blok I dan II ini akhirnya lebih diprioritaskan, demi mengembalikan sekitar 1.500 ruang usaha para pedagang bangunan Pasar Senen lama yang raib akibat musibah ini.

Trisna berharap, pembangunan bertajuk Senen Jaya yang diproyeksi menelan biaya investasi hingga Rp900 miliar ini mampu mengembalikan kegiatan ekonomi yang sempat meredup di kawasan yang 'tak pernah mati'.

"Karena harapannya kawasan ini menjadi kawasan TOD yang bukan hanya hidup di siang hari. Namun juga memastikan keamanan dan keselamatan kegiatan masyarakat selama 24 jam," jelas Trisna.

Oleh sebab itu, kesiapan kawasan Senen Jaya sebagai kawasan integrator transportasi massal merupakan hal utama yang perlu menjadi perhatian. Apalagi, diproyeksi kereta Moda Raya Terpadu (MRT) dan Lintas Rel Terpadu (LRT) di masa depan pun akan turut melewati kawasan ini.

Keamanan Ditingkatkan

Manajer Perencanaan PT Jaya Real Property Adhitya Sasongko mengungkap bahwa selepas peristiwa kebakaran, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait dengan peningkatan mutu dan fungsi bangunan di atas tanah 2 hektare dengan luasan total 69.600 m2 dari 7 lantai ini.

Di antaranya peningkatan keamanan dan ketahanan bencana. Senen Jaya akan dilengkapi CCTV 24 jam yang terletak di setiap sudut bangunan serta early warning system yang dapat melacak potensi terjadinya kebakaran sejak dini.

Selain itu, kawasan Senen Jaya akan mendukung program pemerintah agar kawasan memiliki konektivitas transportasi massal dan pejalan kaki, memiliki ruang terbuka hijau atau ruang ketiga untuk publik.

"Kami siap berkontribusi ikut membangun infrastruktur yang memberi kenyamanan pengguna transportasi massal. Misalnya, kami sudah berkoordinasi dengan PT Transjakarta, untuk nantinya ada jembatan langsung dari halte Senen ke dalam pasar. Transjakarta l pun sepakat untuk ikut membangunnya dengan pendanaan bersama-sama," ujarnya kepada Bisnis.

Adhitya berharap, pengganti pasar Blok I dan II yang akan memiliki ruang usaha sebanyak 2.087 tempat berdagang dengan berbagai tipe unit ini bisa topping off pada Februari 2021, kemudian mulai aktif berkegiatan atau grand opening pada kisaran April 2022.

Sementara itu Manajer Pemasaran PT Jaya Real Property Dodit Herdianto mengungkap bahwa pedagang lama terdampak kebakaran bangunan Pasar Senen Blok I dan II menjadi prioritas dan diberi keleluasaan untuk menempati bangunan baru.



Kini, sekitar 40 persen ruang usaha telah tersewa, termasuk oleh para pedagang lama yang terdampak kebakaran. Para pedagang lama telah mendapat keleluasaan untuk pertama kali memilih spot tempat usaha sesuai kemampuannya, dengan harga di kisaran Rp44 juta sampai Rp130 juta yang merupakan harga awal dengan kontrak 20 tahun penempatan.

"Para pedagang lama itu ada yang memang mengambil, ada yang tidak. Yang mengambil, itu mendapatkan harga yang jauh lebih murah. Kalau untuk pedagang baru, sudah naik beragam antara 5 persen sampai 10 persen. Pedagang lama juga bisa mendapatkan harga murah karena subsidi silang," jelas Dodit.

Selain itu, Dodit pun menegaskan bahwa hal ini juga demi menghidupkan lagi ciri khas produk-produk dari Pasar Senen. Misalnya, pasar pembuatan atribut partai dan atribut TNI/Polri, jam, kacamata, pakaian second, hingga Kue Subuh sebagai sentra jajanan pasar.

Dodit berharap, konsep branding ciri khas Pasar Senen yang memang telah tercipta dengan sendirinya lewat mekanisme pasar ini mampu terlahir kembali dengan wajah baru, dan diterima lebih baik oleh masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pemprov DKI, pd pasar jaya, pasar senen

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top