Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada E-TLE di Jalur Transjakarta, Anies Berharap Transportasi Massal Makin Ramai

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya meningkatkan cakupan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE), yang disebut sebagai E-TLE Development Program.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  19:55 WIB
Kamera pengawas terpasang di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin 1 Juli 2019. - Antara/Nova Wahyudi
Kamera pengawas terpasang di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin 1 Juli 2019. - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya meningkatkan cakupan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE), yang disebut sebagai E-TLE Development Program.

Anies berharap, program kolaborasi Pemprov DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya dan PT Transjakarta ini mampu mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan kendaraan umum atau transportasi massal.

"Tapi memindahkan kendaraan pribadi ke kendaraan umum mengharuskan kenyamanan di kendaraan umum. Karena bila kendaraan umum tidak nyaman, maka publik tidak akan mau berpindah. Kenapa nyaman ini penting? Nyaman membuat orang rasional [untuk] pindah itu. Nah, ini ada kaitan nanti dengan E-TLE," jelas Anies, Kamis (5/12/2019).

Anies berharap kenyamanan bagi pengguna Transjakarta berdampak positif untuk meningkatkan ridership atau jumlah penumpang per hari, yang kini mencapai rekor 980.000 penumpang. Target ridership Transjakarta tahun depan pun tak main-main, mencapai rata-rata lebih dari satu juta penumpang per hari.

"Ketika publik pindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum, naik angkot pindah ke Transjakarta, tapi Transjakarta-nya tidak bisa bergerak dengan lancar, maka orang berpikir buat apa saya naik kendaraan umum kalau kecepatannya sama dengan naik kendaraan pribadi. Karena itu, adanya kolaborasi E-TLE di rute-rute Transjakarta berdampak amat positif pada peningkatan jumlah penumpang kendaraan umum," tambah Anies.

Target besar dari kerja sama ini yaitu mendorong Jakarta keluar dari 10 besar kota paling macet di dunia.

"Ke depan InsyaAllah nanti terobosan-terobosan yang dilakukan oleh Bapak Ibu di Polda, kita akan terus dukung dan kita berharap Jakarta nanti menjadi contoh. Karena Alhamdulillah, Jakarta saat ini dinobatkan menjadi 1 dari 3 kota dengan perbaikan transportasi terbaik di dunia," jelas Anies.

"Saya ingin sampaikan bahwa kerja bersama kita menunjukkan hasil yang boleh kita banggakan, dan mari kita tunjukkan bahwa di Ibu Kota kita ini, kita bisa melakukan transformasi atas mobilitas penduduk kita, dan kalau itu dilakukan, mudah-mudahan jadi inspirasi bagi kota lain dan negara-negara lain di dunia," ujar Anies.

Saat ini terdapat 12 kamera E-TLE yang ditempatkan di kawasan Sudirman-Thamrin. Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Polda Metro Jaya akan menambahkan 57 kamera E-TLE di beberapa ruas jalan di Jakarta, termasuk di jalur-jalur Transjakarta.

Selain itu, selama satu tahun terakhir, sistem E-TLE membuahkan hasil cukup memuaskan. Telah ditindak 54.074 pelanggar lalu lintas, 25.459 pelanggar telah melakukan pembayaran denda, dan 28.615 pelanggar telah diblokir kendaraannya.

Melalui sistem E-TLE, denda tilang yang telah diserahkan kepada negara sebesar Rp3,96 miliar. Di sisi lain, tilang elektronik mampu menurunkan jumlah pelanggar lalu lintas hingga 27 persen berdasarkan catatan Ditlantas Polda Metro Jaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Tilang Elektronik
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top