Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Integrasi Antarmoda, Halte Transjakarta CSW Akan Terhubung Stasiun MRT Asean

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama kedua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT MRT Jakarta dan PT Transportasi Jakarta menyajikan integrasi transportasi di simpang Centrale Stichting Wederopbouw (CSW), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  12:40 WIB
Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Dirut Transjakarta Agung Wicaksono, dan pemenang sayembara desain CSW Patrisius Marvin Dalimartha dari Biro Studio Lawang memperkenalkan integrasi CSW - Bisnis/Aziz R
Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Dirut Transjakarta Agung Wicaksono, dan pemenang sayembara desain CSW Patrisius Marvin Dalimartha dari Biro Studio Lawang memperkenalkan integrasi CSW - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pembangunan integrasi antarmoda transportasi di simpang Centrale Stichting Wederopbouw (CSW), Kebayoran Baru, Jakarta Selatan bernama Cakra Selaras Wahana.

Integrasi yang melibatkan PT MRT Jakarta dan PT Transportasi Jakarta ini akan mengubungkan antara Halte Transjakarta Koridor 1 (Blok M-Kota) dan Koridor 13 (Ciledug-Mampang) dengan Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Asean.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menekankan bahwa upaya perbaikan ini penting, sebab selama ini perencanaan dan desain pembangunan kedua moda transprortasi ini tidak menekankan integrasi.

"Sehingga ketika dibangun, dia bekerja sebagai unit sendiri-sendiri, padahal keduanya ada dalam satu badan yang sama, yaitu badan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta [BUMD],” ungkap Anies ketika menghadiri acara groundbreaking CSW di Stasiun MRT Asean, Rabu (22/1/2020).

Integrasi ini diharapkan mendorong warga Ibu Kota untuk semakin meninggalkan kendaraan pribadi, dan mampu beralih menjadi pengguna transportasi massal di Jakarta.

"Di samping pengguna yang sudah menggunakan [transportasi massal], berpotensi juga pengguna baru. Yang dari arah Sudirman-Thamrin menuju ke Kebayoran Lama, yang dulunya menggunakan moda transportasi lain, dengan ketersambungan ini mereka bisa pindah karena bisa transfer ke Transjakarta," jelasnya.

"Begitu juga dengan mereka yang ada di kawasan Warung Buncit, Mampang, Tendean, yang selama ini mungkin bukan pengguna MRT karena jauh menjangkau MRT, sekarang cukup naik koridor 13, transfer di Stasiun Asean, mereka bisa ke Lebak Bulus sampai Bundaran HI," tambahnya.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono menjelaskan lebih lanjut bahwa selama ini pembangunan integrasi fisik antarmoda transportasi terbukti mampu mendongkrak jumlah penumpang per hari.

Harapannya, penumpang Transjakarta Koridor 13 yang mencapai rata-rata 30.000 penumpang per hari sanggup naik. Selain itu, Stasiun MRT Asean yang terbilang lebih sepi dari stasiun lain, yakni hanya 2.500 pelanggan per hari, diharapkan menjafi semakin ramai nantinya.

"Dulu koridor 1 TJ Bundaran HI itu ada 80.000 [penumpang per hari] kemudian orang-orang mengatakan apakah koridor 1 dilanjutkan atau tidak karena ada MRT. Ternyata sekarang dengan adanya MRT beroperasi, koridor 1 itu yang tadinya 80.000 malah meningkat menjadi 90.000," jelasnya dalam kesempatan yang sama.

"Jadi tentu angka pastinya [di CSW] belum bisa kita tetapkan. Tapi dampak-dampak secara real apa yang terjadi, misalnya di Bundaran HI dan di Lebak Bulus, ini pasti yang membuat peningkatan penumpang," tambahnya.

Terlebih, fasilitas integrasi akan memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna transportasi publik. Karena akan tersedia area komersial (resto, coffee shop, dan lainnya), toilet, Musholla, akses difabel berupa lift, dan akses escalator untuk umum.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar menjelaskan perkembangan pembangunan jembatan penghubung dengan panjang 145 meter saat ini telah selesai 66 persen dan direncanakan akan terbuka untuk publik dan mulai beroperasi pada 10 April 2020.

“Ke depannya, jembatan penghubung ini akan berfungsi sebagai akses baru untuk keluar - masuk di Stasiun MRT Asean dari sisi barat serta sebagai titik interkoneksi dengan Transjakarta Koridor 13. Jembatan juga akan dilengkapi dengan fitur eskalator dan elevator agar dapat diakses oleh setiap kalangan masyarakat, termasuk penumpang prioritas,” terang William.

Adapun, pembangunan jembatan penghubung Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta dan Moda Raya Terpadu (MRT) untuk mengintegrasikan antarmoda secara lengkap akan dimulai akhir Januari 2020, ditargetkan selesai bulan Juli 2020, untuk kemudian dapat digunakan oleh publik bulan Agustus 2020.

Seluruh pembangunan CSW dianggarkan dengan biaya Rp55 miliar, bersumber dari sisa Penyertaan Modal Daerah (PMD) PT Transjakarta, yang tercatat tak lagi mengandalkan PMD dari Pemprov DKI sejak 2018.

Sebelumnya, desain perencanaan Integrasi CSW merupakan hasil sayembara pihak Pemprov DKI Jakarta yang dimenangkan Patrisius Marvin Dalimartha dari Biro Studio Lawang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt transjakarta anies baswedan
Editor : Akhirul Anwar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top