Pemprov DKI Sewa Hacker Demi Keamanan E-Budgeting Baru

Sistem E-Budgeting terbaru milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyuguhkan fitur interaktif untuk warga Ibu Kota. Keamanan sistem dan data pengguna akan diawasi secara ketat.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  21:12 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Sistem E-Budgeting terbaru milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyuguhkan fitur interaktif untuk warga Ibu Kota. Keamanan sistem dan data pengguna akan diawasi secara ketat.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfotik) DKI Jakarta Atika Nur Rahmania menjelaskan bahwa fitur interaksi masyarakat akan berbentuk rating, komentar, atau kolom aspirasi terhadap kegiatan-kegiatan dalam perencanaan anggaran.

Hal ini disampaikan dalam rapat mempresentasikan sistem E-Budgeting baru DKI Jakarta bersama Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD DKI Jakarta, Selasa (4/2/2020).

"Jadi aspirasinya kita bisa lihat. Misalnya, terutama kan banyak sekali aspirasi masyarakat dari proses Musrembang [musyawarah rencana pembangunan] yang selama ini mungkin mereka tidak bisa melacak, melihat kira-kira aspirasi saya sudah diakomodasi belum," ujarnya.

Harapannya, transparansi dan akuntabilitas anggaran tahunan Pemprov DKI terjaga dengan baik. Literasi masyarakat Ibu Kota terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pun meningkat.

Atika menjelaskan bahwa fitur baru E-Budgeting ini merupakan bentuk dari Smart Connecting yang melengkapi fitur lain, yakni Smart Governance, Smart Input, Smart Processing, dan Smart Monitoring.

Fitur Smart Connecting ini bukan hanya berlaku untuk masyarakat, namun sebagai acuan referensi kebijakan anggaran DKI dengan pemerintah pusat atau daerah lain.

Oleh sebab itu, keamanan data patut dijaga. Terlebih, para pengguna fitur ini diharuskan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan email pribadi sebagai langkah validasi.

"Makanya dalam dua minggu ini kita sedang minta white hacker untuk membombardir sistem kita. Mana saja celah-celah keamanan yang ada, sehingga nantinya sistem ini betul-betul aman ketika mulai digunakan," ungkapnya.

Atika mengungkap sistem E-Budgeting terbaru di laman apbd.jakarta.go.id siap digunakan publik pada akhir Februari 2020. Sementara untuk proses internal dalam penyusunan APBD T.A. 2021, sistem baru ini sudah mulai digunakan pada Juni 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pemprov DKI

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top