Bank DKI Tertarik Sindikasi MRT Fase III Ujung Menteng - Kalideres

MRT Jakarta akan fokus pada rute di dalam kota Jakarta, Ujung Menteng - Kalideres dengan total investasi mencapai Rp53 triliun.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  23:25 WIB
Bank DKI Tertarik Sindikasi MRT Fase III Ujung Menteng - Kalideres
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) berbincang dengan Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar (kedua kiri) dan Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim (kiri) usai penandatanganan kerja sama (MOU) proyek pembangunan MRT fase 2A dan lingkup kerja CP201 di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (17/2 - 2020). CP201 melingkupi pekerjaan pembangunan dua stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin dan Stasiun Monas dengan panjang terowongan 2,8 km dari HI ke Harmoni yang ditargetka

Bisnis.com, JAKARTA - Menilik total investasi yang fantastis dari proyek Kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Fase III Ujung Menteng-Kalideres, Bank DKI tertarik untuk terlibat dalam proses pendanaannya tahun ini.

Direktur Utama Bank DKI Zainuddin Mappa menjelaskan bahwa hal ini juga sebagai komitmen Bank DKI membangun sinergi dengan sesama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov DKI Jakarta.

"Misal MRT yang akan membangun jalur Ujung Menteng ke Kalideres itu, kita juga akan ajak Bank Pembangunan Daerah [BPD] lain untuk ikut serta melalui sindikasi," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (27/2/2020).

Menurut Zainuddin, besarnya dana yang dibutuhkan proyek, membuat skema pembiayaan MRT koridor Timur-Barat ini tidak bisa lagi menggunakan strategi pinjaman antarpemerintah (GtoG) seperti MRT koridor Utara-Selatan, yakni MRT Fase I (Lebak Bulus - Bundaran HI) dan MRT Fase II (Bundaran HI - Ancol Barat).

Dana investasi yang akan digelontorkan, bisa dihitung berdasarkan kebutuhan dana yang dibutuhkan MRT dan kesiapan BPD itu sendiri.

Rute Kalideres-Ujung Menteng merupakan bagian dari koridor Timur-Barat (East-West) yang terbentang dari Balaraja hingga Cikarang sepanjang 31,7 Km.

Untuk tahap awal, MRT Jakarta akan fokus pada rute di dalam kota Jakarta, Ujung Menteng - Kalideres dengan total investasi mencapai Rp53 triliun.

Pembangunan koridor Timur-Barat dalam kota Jakarta akan dibagi menjadi dua tahapan, yaitu stage I Kalideres-Cempaka Baru sepanjang 20,1 km dan stage II Cempaka Baru-Ujung Menteng sejauh 11,6 km.

Direktur Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan jumlah penumpang MRT kurun waktu Maret hingga Desember 2019 mencapai rata-rata 89.645 penumpang per hari.

"Peningkatan jumlah penumpang mengalami tren positif setiap bulannya dengan total per tahun mencapai 24.621.467 penumpang," ungkapnya.

Tuhiyat mengungkap Bank DKI pun telah sejak lama menjadi mitra kerja PT MRT Jakarta lewat pengelolaan administrasi keuangan MRT.

Di mana empat bentuk rintisan kerja sama telah teralisasi, seperti payroll system, operational financing, fund placement, dan kesejahteraan lainnya.

Rencananya, pada tahun ini PT MRT Jakarta akan mulai berproses untuk melakukan pembangunan koridor Timur-Barat, seperti pengadaan lahan, Advanced Works, dan Underground Construction.

Sementara itu, trase MRT Timur-Barat ini akan melewati Ujung Menteng - Pulo Gebang - Cakung Barat - Puli Gadung - Kelapa Gading Barat - Sumur Batu - Galur atau Sawah Besar - Sarinah atau Harmoni - Roxy - Grogol - Pesing - Kembangan 1 - Kembangan 2 - dan berakhir di Kalideres.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mrt, dki jakarta

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top