Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Babinsa di Halte Transjakarta, Ada Apa?

Dari pantauan Bisnis, perseonel itu turut membantu lansia yang hendak mencari rute perjalanan.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  12:39 WIB
 Sejumlah personel Babinsa Koramil 03/Senen ditugaskan di ZHalte Transjakarta Kampus UI Salemba, Selasa (17/3/20220). JIBI/Bisnis - Nyoman Ary Wahyudi
Sejumlah personel Babinsa Koramil 03/Senen ditugaskan di ZHalte Transjakarta Kampus UI Salemba, Selasa (17/3/20220). JIBI/Bisnis - Nyoman Ary Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah personel Babinsa Koramil 03/Senen ditugaskan mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban saat hendak menaiki moda transportasi umum di Halte Transjakarta Salemba UI, Selasa (17/3/2020) pagi.

Dari pantauan Bisnis, perseonel itu turut membantu lansia yang hendak mencari rute perjalanan.

Salah seorang personel Babinsa A Ginanjar menuturkan penugasan itu disampaikan dari markas besar (Mabes) TNI untuk memastikan pengunjung tetap tertib saat adanya pemotongan sejumlah rute dari PT Transjakarta.

“Disuruh mengarahkan supaya jangan terlalu menumpuk atau padat, ternyata oleh pihak PT Transjakarta sudah diatur satu kendaraan itu enggak boleh lebih dari 30 orang,” kata dia.

Dikatakan, pengunjung yang datang di Halte TransJakarta Salemba UI dalam kondisi yang aman dan lancar.

“Sejak jam setangah tujuh pagi terpantau lancar dan tidak berdesakan,” ujarnya.

Layanan Transjakarta kembali beroperasi selama 24 jam mulai Selasa (17/3/2020) setelah sebelumnya Pemprov DKI sempat membuat kebijakan pembatasan jam operasional hanya selama 12 jam serta rute Transjakarta menjadi hanya 13 rute saja untuk menghindari Covid-19.

Kembalinya jam operasional ini tetap dibarengi dengan pembatasan jumlah penumpang di halte Transjakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo sebelumnya juga mengimbau masyarakat untuk melakukan lencang depan sebagai langkah untuk menjaga jarak (social distancing) saat akan mengantre di halte ataupun stasiun transportasi umum di Jakarta.

"Jadi semuanya kita imbau lencang depan, 1 lengan ke depan, pola ini kita harapkan potensi penyebaran virus corona Covid-19 menjadi minimal, bahkan kita hilangkan," ungkapnya.

Untuk layanan TransJakarta tipe bus gandeng yang tadinya mampu mengangkut 150 orang kini direkayasa menampung 60 orang, sedangkan untuk bus tunggal yang dapat menampung 80 orang menjadi 30 orang saja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transjakarta Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top