Tips Naik Transjakarta Agar Tak Tertular Virus Corona Covid-19

Layanan bus Transjakarta akan mengalami pembatasan sementara demi pencegahan penyebaran infeksi Virus Corona (Covid-19) yang telah menjadi pandemi.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  09:40 WIB
Tips Naik Transjakarta Agar Tak Tertular Virus Corona Covid-19
Penumpang melewati tangga untuk menaiki bus transjakarta di Halte Harmoni, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Layanan bus Transjakarta akan mengalami pembatasan sementara demi pencegahan penyebaran infeksi virus corona (Covid-19) yang telah menjadi pandemi.

Hal ini sesuai amanat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di mana seluruh transportasi umum kelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov DKI Jakarta akan membatasi jam dan layanannya per Senin (23/4/2020).

Hal ini demi mendukung pelaksanaan social distancing measure dan implementasi bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk senantiasa mengurangi aktivitas di lusr rumah demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Bagi para penumpang setia layanan bus rapid transit (BRT) dan angkutan perkotaan yang akrab disapa TJ ini, berikut beberapa tips yang bisa diperhatikan:

Pilih Rute BRT

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Nadia Diposanjoyo menjelaskan bahwa mulai hari ini, Transjakarta hanya menjalankan layanan dalam koridor bus rapid transit (BRT) atau busway.

"Rute - rute nonkoridor akan dihentikan untuk sementara waktu, termasuk layanan feeder nonkoridor, Bus Wisata, Angkutan Perbatasan, Angkutan Rusun, Royaltrans, Mikrotrans hingga angkutan malam hari (AMARI)," jelas Nadia dalam keterangan resminya.

Oleh sebab itu, baiknya warga yang ingin menggunakan TJ, namun terbiasa menunggu bus kecil atau bus low deck di halte nonkoridor, kini harus lebih mendekat ke rute-rute dengan koridor. Di antaranya layanan yang masih berlaku, yakni 13 koridor utama:

Koridor 1 (Blok M-Kota), 2 (Pulo Gadung-Harmoni), 3 (Kalideres-Pasar Baru), 4 (Pulo Gadung 2-Dukuh Atas 2), 5 (Kp Melayu-Ancol), 6 (Ragunan-Dukuh Atas 2), 7 (Kp Rambutan-Kp Melayu), 8 (Lebak Bulus-Harmoni), 9 (Pinang Ranti-Pluit), 10 (PGC 2-Tj Priok), 11 (Kp Melayu-Pulo Gebang), 12 (Penjaringan-Tj Priok), dan 13 A-F (Puri Beta-Blok M/Pancoran Barat/Tosari/Kuningan/Kp Melayu).

Serta koridor BRT modifikasi, seperti 10D, 10H, 11V, 12M, 2A, 2D, 3F, 4C, 4D, 4K, 4M, 5C, 5D, 5E, 5H, 5K, 6A, 6B, 7F, 7M, 8A, 9A, 9B, 9C, 9K, L10, dan L4.

Lihat Jam

Transjakarta per hari ini mulai hanya beroperasi pukul 06.00 WIB hingga 20.00 WIB dari sebelumnya yang full 24 jam nonstop melayani penumpang di koridor utamanya.

Namun demikian, Plt Direktur Utama Transportasi Jakarta Yoga Adiwinarto memastikan bahwa jam 20.00 WIB merupakan jam tutup halte, bukan operasional bus. Sehingga, pelanggan yang sudah berada di dalam halte pada jam itu, dipastikan tetap terangkut.

Selain itu, Transjakarta pun memastikan masyarakat tidak terlalu lama mengantre. Jumlah armada di setiap koridor Transjakarta akan dikerahkan secara fluktuatif melihat kepadatan dan permintaan penumpang.

Siapkan Saldo KUE

Selain membatasi jam layanan, Transjakarta kini menonaktifkan sementara pelayanan loket, untuk transaksi tunai maupun debit, mulai dari top up, hingga pembelian kartu uang elektronik (KUE).

"Ini berarti seluruh pelanggan diwajibkan untuk memastikan memiliki kartu uang elektronik dengan saldo yang memadai ketika sampai di halte," jelas Nadia.

Masyarakat bisa mengisi ulang KUE miliknya secara swadaya melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), di minimarket terdekat, atau mesin pengisi kartu Jaklingko yang berada di Halte Bundaran Hotel Indonesia, Blok M, Senayan, Dukuh Atas, Harmoni, dan Tanah Abang.

Jaga jarak

Terkini, personel TNI-Polri akan berjaga di halte-halte Transjakarta untuk memastikan antrean penumpang berada di luar halte, dan memenuhi standar aman World Health Organization (WHO) yakni 1 meter antarwarga.

Penumpang yang boleh masuk ke halte merupakan penumpang rute bus yang akan datang terlebih dahulu dengan jumlah sesuai dengan kapasitas maksimal bus.

"Tiap-tiap bus akan kami batasi [kapasitasnya] sama seperti hari ini, yaitu untuk bus gandeng atau bus articulated dari tadinya 150 menjadi 60 pelanggan. Lalu juga untuk bus single sebanyak 30 pelanggan satu bus dari sebelumnya berkapasitas 60 penumpang," ujar Yoga.

Penumpang yang sudah masuk ke dalam halte atau berdiri dalam bus, diimbau menjaga jarak aman sepanjang satu lengan dengan penumpang lain. Sementara untuk yang duduk di dalam bus, diimbau menjaga jarak aman minimal satu kursi secara berseling dengan penumpang lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transjakarta, Virus Corona

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top