Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembatasan Aktivitas Masyarakat, Begini Dampak ke Udara Jakarta

Jalanan ibu kota yang biasanya padat kendaraan menjadi sangat lengang. Lantas, seberapa besar pengaruhnya terhadap kondisi udara?
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 05 April 2020  |  07:56 WIB
Ilustrasi udara Jakarta. - Mia Chitra Dinisari
Ilustrasi udara Jakarta. - Mia Chitra Dinisari

Bisnis.com, JAKARTA — Sudah hampir tiga pekan pemerintah membatasi aktivitas masyarakat di luar rumah untuk mencegah penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menginstruksikan seluruh perusahaan di Jakarta mulai Senin (23/3/2020) untuk menerapkan sistem kerja dari rumah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona jenis baru atau Covid-19.

Sejumlah pusat perbelanjaan beroperasi secara terbatas atau bahkan sama sekali tidak beroperasi. Demikian halnya dengan layanan publik, tak terkecuali angkutan umum yang dilakukan pembatasan.

Jalanan ibu kota yang biasanya padat kendaraan menjadi sangat lengang. Tak ubahnya kondisi jalanan saat Hari Raya Idulfitri saat sebagian besar masyarakat pulang ke kampung halamannya masing-masing.

Lantas, seberapa besar pengaruhnya terhadap kondisi udara? Ternyata, kondisi udara di sejumlah titik di Jakarta pada Minggu (5/4/2020) ternyata masih saja tidak sehat.

Berdasarkan informasi dari situs penyedia data polusi udara AirVisual pada pukul 07.45 WIB kualitas udara Jakarta berstatus sedang dengan indeks kualitas udara tercatat sebesar 155 AQI US dan konsentrasi parameter PM2.5 sebesar 63,9 µg/m³.

Sebagai catatan, pengukuran AirVisual terhadap kualitas udara dilakukan menggunakan PM (particulate meter) 2,5 artinya pengukuran debu berukuran 2,5 mikron.

Masyarakat disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan.

Untuk pantauan dari sejumlah titik di Jakarta yang kualitas udaranya berstatus tidak sehat perinciannya antara lain:

-Widya Chandra, Kebayoran Baru 163 AQI US.

-Kopi Korner, Kemang 169 AQI US.

-Puretrex, Green Garden 156 AQI US.

-Pegadungan, Kalideres 161 AQI US.

-AHP Capital Place, Kuningan Timur 155 AQI US.

-Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru 154 AQI US.

-Wisma 76, Slipi, 155 AQI US.

-RC Veteran, Bintaro 161 AQI US.

Sementara itu, dua titik pantauan lainnya, yakni Kedutaan Besar AS, Gambir dan Jalan Pangeran Jayakarta Mangga Dua berstatus tidak sehat untuk kalangan sensitif dengan angka AQI US tercatat sebesar 146 dan 139.

AirVisual juga mengukur suhu dan kelembaban udara di wilayah Jakarta dengan suhu minimum 26 derajat Celcius, kelembaban 88 persen, tekanan 1010 milibar (mb) dan kecepatan angin 9,3 kilometer (km) per jam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta Jakarta polusi udara polusi udara
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top