Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Satgas Begal dan Preman

Polda Metro Jaya telah membentuk Tim Satgas Begal dan Preman untuk mengantisipasi setiap aksi kejahatan jalanan yang terjadi selama pandemi virus corona atau covid-19 di wilayah DKI Jakarta.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 24 April 2020  |  15:25 WIB
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo (kiri) dan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus dalam konferensi pers rencana tindak lanjut pelarangan mudik di Mako Polda Metro Jaya, Rabu (22/4/2020). - ANTARA/Polda Metro Jaya\n\n
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo Yogo (kiri) dan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus dalam konferensi pers rencana tindak lanjut pelarangan mudik di Mako Polda Metro Jaya, Rabu (22/4/2020). - ANTARA/Polda Metro Jaya\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya telah membentuk Tim Satgas Begal dan Preman untuk mengantisipasi setiap aksi kejahatan jalanan yang terjadi selama pandemi Virus Corona atau Covid-19 di wilayah DKI Jakarta. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengemukakan bahwa Tim Satgas Begal dan Preman tersebut saat ini tengah memetakan sejumlah daerah rawan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Dia mengakui sejak ditetapkan PSBB akibat Virus Corona atau Covid-19 serta narapidana yang dibebaskan lewat Program Asimilasi, wilayah DKI Jakarta seringkali terjadi kejahatan jalanan.
 
"Tim Satgas Begal dan Preman sudah terbentuk dan kini sedang memetakan daerah rawan. Tim ini dibentuk untuk mengantisipasi kejahatan selama pandemi Covid-19," tuturnya, Jumat (24/4/2020).
 
Yusri juga menegaskan bahwa Kepolisian tidak akan ragu mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap setiap pelaku kejahatan jalanan yang mengancam keselamatan masyarakat.
 
"Kita tidak main-main dan segan-segan menindak para pelaku yang mencoba melakukan kejahatan di tengah pandemi Covid-19 ini," katanya.
Viral di Medsos

Akhir Februari lalu, Sub Direktorat Reserse Mobil (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya membekuk dua begal, setelah aksinya saat merampas motor di Bintara, Bekasi Barat, terekam televisi sirkuit tertutup (CCTV) dan viral di media sosial.

"Ada satu kejadian yang viral di media sosial. Ada tiga orang pelaku yang kemudian melakukan begal terhadap seseorang," kata Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat (21/2/2020).

Trio begal ini mengincar korban pengendara sepeda motor yang sendirian dan melintas di kawasan sepi di waktu tengah malam.

"Modusnya dia mencari tempat yang sepi melihat ada korbannya," kata Yusri

Setelah ditangkap dan diperiksa, dua begal ini mengaku baru pertama kali melakukan aksi brutalnya.

"Kalau kita lihat, teknisnya dia merencanakan dari awal. Tapi pengakuannya sampai dengan sekarang baru satu kali. Padahal dia sudah merencanakan, memang dia mencari tempat yang kosong yang ada orang di tengah malam berkendara sendiri," ungkap Yusri.

Polisi turut menyita sejumlah senjata tajam dari tangan tersangka saat dilakukan penangkapan.

Polisi juga mengamankan motor yang digunakan untuk melakukan aksi begal, dan serta rekaman CCTV yang merekam aksi para tersangka ini.

Akibat perbuatannya itu para tersangka itu kini harus mendekam di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya dan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman penjara sembilan tahun.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

premanisme polda metro jaya Aksi Begal Motor
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top