Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gugas DKI Jakarta Telah Tes 366.335 Sampel PCR

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan Gugus Tugas telah melakukan tes RT PCR sebanyak 366.335 sampel.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  18:33 WIB
Alat qPCR dari perusahaan rintisan Nusatics untuk melakukan tes cepat pasien terinfeksi virus corona atau Covid-19. - Dok.Nusatics
Alat qPCR dari perusahaan rintisan Nusatics untuk melakukan tes cepat pasien terinfeksi virus corona atau Covid-19. - Dok.Nusatics

Bisnis.com, JAKARTA — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta melakukan pemeriksaan RT PCR kepada 5.902 orang pada Rabu (8/7/2020) kemarin.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati menuturkan dari jumlah itu dilakukan tes berikutnya untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru sebanyak 4.334 orang.

“Hasilnya 293 orang dinyatakan positif dan 4.041 negatif,” kata Ani saat memberi keterangan pers secara virtual di Jakarta, pada Kamis (9/7/2020).

Secara keseluruhan, dia mengatakan, Gugus Tugas telah melakukan tes RT PCR sebanyak 366.335 sampel. Seain itu, dia membeberkan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan rapid test atau tes cepat kepada 260.221 orang.

Ihwal tes cepat itu, Ani menuturkan persentase positif Covid-19 sebesar 3,5 persen dengan rincian 9.037 orang dinyatakan reaktif Covid-19 dan 251.184 orang dinyatakan non-reaktif.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta mencatatkan penambahan kasus Covid-19 sebanyak 293 kasus pada hari ini, Kamis (9/7/2020). Ani menuturkan secara akumulatif kasus Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta menyentuh angka 13.362 sejak awal Maret lalu. Dari jumlah itu, Ani menerangkan, 8645 orang telah dinyatakan sembuh dan 676 orang lainnya meninggal dunia.

“Sampai hari ini kami melaporkan terdapat 452 pasien yang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, yang isolasi mandiri di rumah sebanyak 3.588 orang,” kata Ani. 

Sementara itu, dia menerangkan angka orang dalam pemantauan atau ODP di DKI Jakarta sebanyak 366 orang dan data pasien dalam pengawasan atau PDP berjumlah 756 orang.

Melalui laman tersminya, Gugus Tugas mencatat penambahan Penambahan kasus itu terjadi di 55 titik keluruhan yang ada di wiayah DKI jakarta dan 27 titik lainnya berada di luar wilayah DKI Jakarta. Gugus Tugas melaporkan terdapat 178 lokasi kasus aktif yang belum berhasil diidentifikasi.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan tingkat hunian rumah sakit terkait perawatan pasien positif Covid-19 masih terbilang terkendali di tengah tren kenaikan kasus Covid-19 secara nasional.

“Tingkat hunian rumah sakit tidak secara signifikan bertambah drastis bahkan dalam tiga hari terakhir tingkat hunian tempat tidur yang disiapkan untuk penderita Covid-19 baru terisi sekitar 53 persen, artinya masih ada kurang lebih separuh tempat tidur yang belum terpakai,” kata Yuri saat memberi ketarangan pers di BNPB, Jakarta, pada Senin (6/7/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Virus Corona
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top