Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

305 Pedagang di DKI Jakarta Positif Covid-19, 46 Pasar Ditutup

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menyatakan ada 155 pasar di DKI Jakarta yang menjadi target pemberdayaan dan edukasi.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  18:10 WIB
Kondisi kios-kios yang tutup di Pasar Gembrong Cempaka Putih, Rabu 24 Juni 2020. - Antara/Lvia Kristianti)
Kondisi kios-kios yang tutup di Pasar Gembrong Cempaka Putih, Rabu 24 Juni 2020. - Antara/Lvia Kristianti)

Bisnis.com, JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat terdapat 305 pedagang dinyatakan positif Covid-19 di 46 pasar yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

“Dan sudah 45 pasar yang telah di tutup di DKI Jakarta menjadi fokus dan pelajaran penting untuk ditindaklanjuti tahapan-tahapan program yang akan dilakukan oleh IKAPPI dan jajaran unit kerja pasar,” kata Ketua DPW DKI Jakarta Miftahudin melalui keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Jakarta, pada Senin (20/7/2020).

Miftahudin menuturkan terdapat 155 pasar di DKI Jakarta yang menjadi target pemberdayaan dan edukasi oleh DPW IKAPPI Jakarta. Langkah itu diambil setelah mendapatkan 70 pedagang dinyatakan positif di Pasar Cempaka Putih melalui 98 tes cepat yang diberikan kepada pedagang.

“Ini adalah bagian penting yg akan kita sinkronisasi dengan pasar-pasar lain yang sedang menjalani proses rapid test dan swab di DKI Jakarta,” kata dia.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan masih ada pedagang dan pengelola pasar di wilayah DKI Jakarta yang tak mau melakukan tes Covid-19 untuk melacak penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

Riza menuturkan sejumlah pedagang khawatir apabila dirinya diidentifikasi terinfeksi Covid-19 setelah dilakukan tes PCR di tengah pasar. Kekhawatiran itu, menurut Riza, disebabkan karena sejumlah pedagang takut bakal tidak mampu untuk berdagang lagi selama dikarantina secara mandiri atau di rumah sakit.

“Kalau testing kemudian diisolasi, masyarakat pedagangnya khwatir jika mesti dirawat 14 hari karena yang bersangkutan tidak bisa jualan, tidak bisa menafkahi keluarga,” kata Riza saat menghadiri saat menghadiri Kampanye Pasar Tradisional Bebas Covid-19 dan Gerakan Memakan Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL) di kawasan Pasar Tebet Barat pada Jumat (17/7/2020) pagi.

Selain itu, dia juga mengatakan, para pengelola pasar juga enggan melakukan tes PCR di pasar yang dikelola. Alasannya, menurut dia, para pengelola takut jika pasar tidak dapat beroperasi karena mesti ditutup jika didapati hasil positif Covid-19.

“Kami minta di DKI Jakarta agar seluruh pedagang bisa membantu bekerja sama untuk bersedia dilakukan test di pasar,” kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top