Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Fase I DKI Diperpanjang, Anies akan Perketat Kegiatan Usaha

Pemprov DKI Jakarta akan memperketat pengawasan kegiatan usaha lantaran kawasan perkantoran dinilai rawan menjadi klaster penyebaran Covid-19. 
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  19:15 WIB
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan pentingnya penegakan protokol kesehatan, khususnya di sejumlah perkantoran dalam masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi fase pertama.

Hal itu ditegaskan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini setelah mengumumkan perpanjangan masa PSBB transisi fase pertama hingga dua pekan ke depan.

Menurutnya, dalam dua pekan terakhir area perkantoran menjadi klaster penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang cukup masif di Ibu Kota. Untuk itu, jelasnya, Pemprov DKI Jakarta akan memperketat pengawasan kegiatan usaha. 

"Klaster perkantoran menjadi salah satu tempat utama munculnya kasus-kasu baru. Kegiatan usaha apapun boleh berkegiatan bila separuh kapasitas menerapkan protokol kesehatan dan menerapkan shift. Jadi, ada jeda selama bekerja," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (30/7/2020).

Anies menyatakan dengan kondisi penularan virus Corona (Covid-19) yang masih cukup tinggi di DKI Jakarta, akan sangat berbahaya jika dilakukan pelonggaran PSBB transisi dan masuk ke fase kedua.

Salah satu indikatornya adalah reproduction number (Rt) Covid-19 di wilayah DKI Jakarta yang masih berada di kisaran 1.

"Kami memutuskan untuk kembali memperpajan PSBB masa transisi ini Fase I untuk ketiga kalinya sampai 13 agustus 2020," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (30/7/2020).

Dengan diberlakukannya perpanjangan PSBB transisi, jelas Anies, maka seluruh kegiatan masyarakat harus terus mengikuti protokol yang sudah ditetapkan Pemprov DKI Jakarta sebelumnya. Selain itu, rencana pengoperasian kembali sejumlah fasilitas terpaksa ditunda hingga kondisinya dinilai aman.

Menurutnya, pihaknya akan terus mendorong pengawasan ketat terhadap implementasi protokol kesehatan wajib di tengah aktivitas warga Ibu Kota.

"Pemprov DKI bersama Kepolisian dan TNI akan terus melakukan pendisiplinan dan langkah tegas akan terus diakukan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta anies baswedan covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top