Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tiga Hari Berturut-turut, DKI Jakarta Catat Rekor Kasus Covid-19

Secara kumulatif, total kasus positif Covid-19 di DKI telah mencapai 25.287 kasus, sedangkan total kasus sembuh 15.710 orang dan kasus meninggal totalnya 924 orang.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  02:00 WIB
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Selama tiga hari berturut-turut, kasus konfirmasi virus Corona (Covid-19) di DKI Jakarta mencatat rekor tertinggi. Saat ini, DKI Jakarta kembali menjadi provinsi dengan kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19, pada Sabtu (8/8/2020) kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta bertambah 686 kasus atau yang tertinggi jika dibandingkan dengan penambahan kasus di provinsi lainnya.

Secara kumulatif, total kasus positif Covid-19 di DKI telah mencapai 25.287 kasus. Adapun, total kasus sembuh mencapai 15.710 orang dan kasus meninggal totalnya 924 orang.

Sebelumnya, pada Kamis (6/8/2020) dan Jumat (7/8/2020), DKI Jakarta juga mencatat rekor kasus tertinggi yaitu masing-masing 597 kasus dan 658 kasus.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti berdalih meningkatnya positivity rate atau rasio positif Covid-19 yang mencapai 7,4 persen sepekan terakhir di wilayah DKI Jakarta disebabkan karena rendahnya kemampuan testing yang dilakukan daerah penyangga.

“Minggu ini kita mencapai 7,4 persen, artinya ini menjadi warning untuk kita semua karena positivity rate di DKI meningkat. Bagaimana kita menyinergikan DKI bersama dengan Bodetabek, karena tidak mungkin DKI bergerak sendiri,” kata Widyastuti dalam webinar pada Kamis (6/8/2020).

Dia beralasan setidaknya dua hingga empat juta penduduk di sekitar wilayah DKI Jakarta hilir mudik di dalam kondisi normal atau sebelum pandemi Covid-19.

Menurutnya, pada saat perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase I mobilitas orang sudah kembali tinggi.

“Tetapi kalau kita melihat proporsi data [tes] gapnya sangat jauh. Artinya dengan upaya testing kita yang sudah luar biasa tanpa dibarengi dukungan tetangga, kita akan kesulitan karena tidak akan selesai-selesai, pada saat mobilitas penduduk masih sangat luar biasa,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top