Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Banjir DKI, Progres Sumur Serapan Baru Sekitar 1 Persen

Pemprov DKI Jakarta baru merealisasikan sekitar satu persen dari target pembangunan 300.000 sumur resapan di lima wilayah pada tahun ini.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 24 September 2020  |  10:16 WIB
Banjir merendam ruas jalan di kawasan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2020) malam. - Antara/BPBD DKI\r\n
Banjir merendam ruas jalan di kawasan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2020) malam. - Antara/BPBD DKI\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Dinas Sumber Daya Air menerangkan realisasi pembuatan sumur resapan untuk mengantisipasi banjir baru terealisasi kurang lebih satu persen dari target awal sebanyak 300 ribu titik sumur resapan yang tersebar di lima wilayah pada tahun ini.

“Dari awal tahun mungkin sudah ada sekitar tiga hingga empat ribu sumur resapan yang sudah terpasang, kalau vendornya sudah nambah mungkin secara bertahap kita bisa uber sisanya itu,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (23/9/2020).

Alasannya, pengerjaan sumur resapan itu masih dilakukan secara swakelola oleh Suku Dinas terkait. Sementara, untuk pengerjaan sumur resapan itu baru melibatkan dua vendor untuk mengerjakan proyek tersebut.

“Karena baru ada dua vendor, kita masih usahakan adanya penambahan vendor untuk mempercepat pembuatan sumur resapan itu,” ujarnya.

Di sisi lain, dia mengatakan, total pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional yang dialokasikan untuk program pengendalian banjir sebesar Rp5,2 triliun yang dipergunakan sampai 2022 mendatang. Dari angka itu, bakal difokuskan untuk membuat polder, waduk, pembebasan lahan dan sumur resapan.

“Tahun ini penanggulangan banjir dari pinjaman ada sekitar Rp1,2 triliun dari APBD juga menjadi Rp1,2 trilun. Dari pinjaman PT SMI untuk pembebasan lahan yang ada dan pembuatan sumur resapan enggak banyak cuma Rp7 miliar, tetapi kita usahakan terus sampai nunggu anggaran ini cair,” ujarnya.

Ihwal pembebasan lahan, dia mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebanyak Rp500 miliar dengan target realisasi sampai 2021.

“Anggarannya insyaallah sudah dicukupi, mudah-mudahan di akhir tahun ini ada lima sungai, Pesanggrahan, Ciliwung, Kali Sunter Kali Jati Kramat dan Kali Angke insyaallah akan kita bebaskan,” kata dia.

Sementara itu, dia mengatakan, empat waduk yang bakal dibebaskan akhir 2020 ini di antaranya Waduk Pondok Ranggon, Waduk Brigif, Waduk Ulujami, Lebak Bulus.

Dia membeberkan saat ini sudah ada beberapa lokasi yang sudah sempat dibebaskan yakni di Pesanggrahan dan di Kali Sunter, Cipinang Melayu.

“Dan ya ada beberapa waduk lagi memang yang tahun-tahun kemarin belum kita tuntaskan insyaallah pada tahun ini kita selesaikan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir dki jakarta
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top