Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anggaran Banjir Sisa Rp1,2 triliun, Pemprov DKI Tunggu Suntikan Pinjaman PEN

Total pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional yang dialokasikan untuk program pengendalian banjir sebesar Rp5,2 triliun yang dipergunakan sampai 2022 mendatang.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 24 September 2020  |  11:29 WIB
Jalanan Jakarta tertutup air pada Senin, (21/9/2020). - Dok. BNPB
Jalanan Jakarta tertutup air pada Senin, (21/9/2020). - Dok. BNPB

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan anggaran banjir masih tersisa sekitar Rp1,2 triliun setelah dilakukan realokasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk penanganan Covid-19.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,2 triliun untuk penanganan banjir di dalam APBD 2020.

“Yang dipangkas itu untuk penanggulangan banjir juga, ada pembuatan tanggul, pembuatan pompa mobile, buat pembebasan lahan,” kata Juaini di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (23/9/2020).

Kendati demikian, dia mengatakan, pihaknya juga tengah menanti pencairan dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Rencananya, dari anggaran PEN itu SDA bakal menggunakan sebesar Rp1,2 triliun untuk penanganan banjir pada tahun ini.

“Tahun ini penanggulangan banjir dari pinjaman ada sekitar Rp1,2 triliun dan dari APBD enggak banyak sekitar Rp1,2 triliun tadi,” ujarnya.

Di sisi lain, dia mengatakan, total pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional yang dialokasikan untuk program pengendalian banjir sebesar Rp5,2 triliun yang dipergunakan sampai 2022 mendatang. Dari angka itu, bakal difokuskan untuk membuat polder, waduk, pembebasan lahan dan sumur resapan.

“Tahun ini penanggulangan banjir dari pinjaman ada sekitar Rp1,2 triliun dari APBD juga menjadi Rp1,2 trilun. Dari pinjaman PT SMI untuk pembebasan lahan yang ada dan pembuatan sumur resapan enggak banyak cuma Rp7 miliar, tetapi kita usahakan terus sampai nunggu anggaran ini cair,” ujarnya.

Ihwal pembebasan lahan, dia mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebanyak Rp500 miliar dengan target realisasi sampai 2021.

“Anggarannya insyaallah sudah dicukupi, mudah-mudahan di akhir tahun ini ada lima sungai, Pesanggrahan, Ciliwung, Kali Sunter Kali Jati Kramat dan Kali Angke insyaallah akan kita bebaskan,” kata dia.

Sementara itu, dia mengatakan, empat waduk yang bakal dibebaskan akhir 2020 ini di antaranya Waduk Pondok Ranggon, Waduk Brigif, Waduk Ulujami, Lebak Bulus.

“Dan ya ada beberapa waduk lagi memang yang tahun-tahun kemarin belum kita tuntaskan insyaallah pada tahun ini kita selesaikan,” ujarnya.

Dia membeberkan saat ini sudah ada beberapa lokasi yang sudah sempat dibebaskan yakni di Pesanggrahan dan di Kali Sunter, Cipinang Melayu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir pemprov dki jakarta
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top