Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemprov DKI Kembali Tegaskan Pelandaian Kasus Corona, Ini Indikatornya

Dia meminta masyarakat untuk tidak khawatir terkait situasi Covid-19 di DKI Jakarta.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 03 Oktober 2020  |  15:20 WIB
Tes corona oleh Lembaga Eijkman - dokumentasi lembaga Eijkman
Tes corona oleh Lembaga Eijkman - dokumentasi lembaga Eijkman

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan kurva Covid-19 di DKI Jakarta sudah melandai setelah penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid kedua pada 14September 2020.

Indikatornya, Ariza membeberkan, angka tingkat penularan Covid-19 atau reproduction number (Rt) DKI Jakarta masih berada di posisi 1,1.

 Artinya, menurut dia, tingkat penularannya semakin turun.

“Kan angka penyebarannya terus menurun. Kemudian yang paling baik juga Rt masih di 1,1. Kemudian, yang ketiga angka kesembuhannya terus meningkat, dan kematian terus menurun. Itu artinya upaya yang dilakukan terus meningkat seiring dengan tingginya angka kesembuhan,” kata Ariza saat meninjau kesiapan RSUD Pasar Minggu sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid-19 pada Sabtu (3/10/2020).

Dia meminta masyarakat untuk tidak khawatir terkait situasi Covid-19 di DKI Jakarta. Dia beralasan Pemprov DKI Jakarta saat ini sudah memiliki fasilitas kesehatan yang memadai.

“Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir apapun yang terjadi, sekalipun terpapar, tetap tenang, yakinlah kita akan memberikan penanganan dan pelayanan yang terbaik dan yakinlah akan segera sembuh,” kata dia.

Anggota Fraksi PDI-Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak berpendapat klaim pelandaian kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta tidak masuk akal berdasarkan rasio pelacakan kontak erat yang mesti dirampungkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Gilbert, klaim pelandaian kasus aktif itu terlalu cepat, sementara penambahan kasus harian konfirmasi positif Covid-19 di DKI Jakarta di atas  seribu orang sejak akhir Agustus.

“Secara ilmiah kurang masuk akal secepat itu penurunannya. Butuh waktu lebih dari situ, karena hasil PCR baru keluar analisisnya 4,5 hari, dan inkubasi kasus 14 hari,” kata Gilbert melalui pesan tertulis pada Jumat (25/9/2020).

Dia mengingatkan, dari klaim pelambatan kasus aktif Covid-19 menjadi 1.453 orang, masih perlu ditelusuri kontak erat sebanyak 14.530.

Angka itu, merupakan perbandingan satu orang yang terinfeksi setidaknya 10 kontak erat mesti berhasil diidentifikasi.

“Saya sangat meragukan hal tersebut, dan jangan lupa dengan hal yang sangat penting juga. Dari 1.453 kasus baru, berapa contact tracing yang dilakukan? Minimal harus 1 banding 10, jadi harus dikejar keluarga, teman, teman sekantor, tetangga dan lain-lain hingga dilaporkan sedikitnya 14.530 orang yang dites atau contact tracing,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemprov dki jakarta Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top