Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anies Diminta Tindaklanjuti Konstruksi Proyek Monorel yang Mangkrak

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menilai proyek Monorel yang mangkrak sejak era Gubernur Sutiyoso itu mengganggu nilai estetika ibu kota.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  15:48 WIB
/Bisnis/Endang Muchtar
/Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menindaklanjuti  mangkraknya sejumlah konstruksi proyek monorel di sejumlah titik di wilayah ibu kota, salah satunya di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengatakan pihaknya bakal mendorong pihak esekutif untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Pasalnya, dia mengatakan, proyek mangkrak itu mengganggu nilai estetika ibu kota.

“Tapi memang rencana dulu itu untuk monorel seperti di Bangkok. Pihak Pemprov seharusnya bisa mendesak apa kelanjutan tiang mangkrak tersebut, karena menganggu estetika,” kata Gilbert melalui keterangan tertulis pada Jumat (23/10/2020).

Dia membeberkan konstruksi monorel mangkrak itu salah satunya disebabkan karena feasibility studies atau studi kelayakannya tidak benar. Isu itu sudah muncul, menurut dia, ketika era mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

Sebenarnya, kemungkinan potensi mangkraknya proyek ini sudah diendus sejak monorel ditangani oleh PT JM dengan investor Ortus Holdings milik Edward Soeryajaya beberapa waktu lalu.

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas Darmaningtyas ketika public hearing di Balai Kota DKI sudah menyampaikan kepada Mantan Gubernur DKI Jakarta, yang kini Presiden, Jokowi terkait jaminan investor bisa menyelesaikan proyek tersebut.

Seperti diketahui PT JM yang berkolaborasi dengan PT Adhi Karya pernah gagal menggarap proyek tersebut setelah diresmikan pada 2004 oleh Presiden RI Megawati pada era itu.

Karena satu dan lain hal, akhirnya proyek berhenti di tengah jalan. Kemudian datanglah Ortus Holding yang sanggup melanjutkan proyek dengan target rampung 2017.

Sayangnya, investor belum menunjukkan progres yang kelihatan meskipun berkilah sudah melakukan segala macam tahapan antara lain tes pondasi, pembuatan beton lintasan, mengurus izin tata ruang udara untuk stasiun monorel dan sebagainya.

Di sisi lain, masyarakat ingin kemajuan pembangunan monorel terbukti di lapangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

monorel anies baswedan
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top