Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mohon Maaf, Pengemudi Ojol di DKI Tak Dapat Bansos Rp300 Ribu

Wagub Ariza menerangkan salah satu kelompok masyarakat yang tidak menerima bantuan tunai langsung (BLT) pada tahun ini adalah pengemudi ojek online atau Ojol.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 06 Januari 2021  |  11:17 WIB
Warga mengorder ojek online di Jakarta. - Bisnis/Abdurahman
Warga mengorder ojek online di Jakarta. - Bisnis/Abdurahman

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan adanya pemangkasan target Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial pada tahun 2021.

Ariza menerangkan salah satu kelompok masyarakat yang tidak menerima bantuan tunai langsung (BLT) pada tahun ini adalah pengemudi ojek online atau Ojol. Padahal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sempat menargetkan pengemudi Ojol sebagai KPM pada tahun lalu.

“Jumlahnya menurun karena memang sudah sejak PSBB diperlonggar kan orang sudah kembali bekerja. Sebelumnya kan hampir banyak sekali yang menerima. Dulu sampai [driver] Gojek juga menerima. Sekarang kan sudah tidak menerima,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (5/1/2021) malam.

Pasalnya, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial di wilayah DKI Jakarta hanya mencapai sekitar 1,85 juta Kepala Keluarga (KK) pada tahun 2021. Padahal, jumlah KPM bantuan sosial sempat menyentuh di angka 2,46 juta KK pada tahun lalu.

Ihwal pengurangan itu, Ariza memerinci alokasi bantuan sosial dari pemerintah pusat untuk DKI Jakarta pada tahun ini hanya sekitar 750 ribu KK. Padahal, pemerintah pusat menargetkan KPM bantuan sosial di wilayah Ibu Kota sebanyak 1,3 juta pada tahun lalu.

Dia melanjutkan target KPM bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengalami penurunan relatif kecil menjadi 1,1 juta KK. Pada tahun lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan sebanyak 1,16 juta KPM.

“Kemudian dari DKI Jakarta, itu kurang lebih 1,1 [juta KPM] ya, persisnya nanti saya cek lagi. Jadi memang ada pengurangan jumlah dari yang sebelumnya,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kepada jajarannya agar tidak ada potongan-potongan terhadap bantuan sosial (Bansos) periode 2021.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin Rapat Terbatas ihwal Persiapan Penyaluran Bantuan Sosial Tahun 2021 di Istana Merdeka, Selasa (29/12/2020).

“Jangan sampai ada potongan-potongan apa pun seperti kejadian di Bansos Jabodetabek. Betul-betul kirim ke akun rekening penerima manfaat jadi proses digitalisasi data bansos yang diintegrasikan dengan banking system itu yang kita inginkan,” kata Jokowi.

Belakangan, Pemerintah Pusat memutuskan untuk mengubah skema bantuan sosial sembako menjadi bantuan langsung tunai (BLT) pada tahun 2021 untuk wilayah Jabodetabek.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta blt bansos Ojek Online
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top