Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mensos Risma dan Anies Sepakat Mutakhirkan Data Penerima Bansos Setiap Pekan

Pemuktahiran data itu juga krusial lantaran KPM mesti memiliki rekening masing-masing.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memantau distribusi bantuan sosial (bansos) di DKI./Instagram @aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memantau distribusi bantuan sosial (bansos) di DKI./Instagram @aniesbaswedan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk memuktahirkan data keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) setiap satu minggu sekali.

Komitmen itu disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (12/1/2021) malam.

“Besaran datanya itu sangat bergantung sangat dinamis, semua dalam proses cleansing, perbaikan dan pembersihan, dan datanya kami sepakat dengan Kemsos dengan Ibu Risma tiap minggu akan diupdate terus,” kata Ariza.

Ihwal data yang dinamis itu, dia mencontohkan, ada KPM yang meninggal dunia dan juga tidak tepat sasaran sebagai penerima bantuan sosial.

“Terjadi perubahan kita akan sesuaikan umpamanya ada yang meninggal dan sebagainya, yang berhak, tidak berhak silakan warga menyampaikan kepada kami terkait masalah pendataan,” kata dia.

Di sisi lain, pemuktahiran data itu juga krusial lantaran KPM mesti memiliki rekening masing-masing.

“Karena sekarang itu harus dibuat memiliki rekening masing-masing warga, jadi harus lebih rigid lagi penerima dan sebagainya,” kata dia.

Sebelumnya, Dinas Sosial DKI Jakarta bersama Bank DKI mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) mulai Selasa (12/1/2021). Bansos tunai tersebut merupakan upaya meringankan dampak pandemi Covid-19 bagi masyarakat Ibu Kota.

 

Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini mengatakan BST didistribusikan secara bertahap dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Besaran BST DKI Jakarta sebesar Rp300 ribu per bulannya yang diberikan selama empat bulan, mulai dari Januari hingga April 2021," ujarnya seperti dikutip dalam siaran pers, Selasa (12/1/2021).

Dia menuturkan, BST tersebut disalurkan melalui rekening dan diberikan dalam bentuk Kartu Tabungan dan Kartu ATM Bank DKI. Adapun, penyaluran BST ditargetkan kepada 1.055.216 penerima manfaat.

Pencairan BST dilakukan terhitung mulai Januari 2021 secara bertahap dan bergiliran, dari satu wilayah administrasi DKI Jakarta ke wilayah administrasi lainnya.

"Lokasi penyaluran terdapat di 160 titik lokasi dari masing-masing wilayah kota administrasi DKI Jakarta," imbuhnya.

Herry memastikan pendistribusian BST yang dilakukan Bank DKI bersama Dinsos tetap memerhatikan protokol kesehatan yang ketat. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta maksimal hanya melayani 500 orang penerima BST per hari untuk setiap lokasi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper