Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mensos Risma dan Anies Sepakat Mutakhirkan Data Penerima Bansos Setiap Pekan

Pemuktahiran data itu juga krusial lantaran KPM mesti memiliki rekening masing-masing.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  08:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memantau distribusi bantuan sosial (bansos) di DKI. - Instagram @aniesbaswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memantau distribusi bantuan sosial (bansos) di DKI. - Instagram @aniesbaswedan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk memuktahirkan data keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial (bansos) setiap satu minggu sekali.

Komitmen itu disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (12/1/2021) malam.

“Besaran datanya itu sangat bergantung sangat dinamis, semua dalam proses cleansing, perbaikan dan pembersihan, dan datanya kami sepakat dengan Kemsos dengan Ibu Risma tiap minggu akan diupdate terus,” kata Ariza.

Ihwal data yang dinamis itu, dia mencontohkan, ada KPM yang meninggal dunia dan juga tidak tepat sasaran sebagai penerima bantuan sosial.

“Terjadi perubahan kita akan sesuaikan umpamanya ada yang meninggal dan sebagainya, yang berhak, tidak berhak silakan warga menyampaikan kepada kami terkait masalah pendataan,” kata dia.

Di sisi lain, pemuktahiran data itu juga krusial lantaran KPM mesti memiliki rekening masing-masing.

“Karena sekarang itu harus dibuat memiliki rekening masing-masing warga, jadi harus lebih rigid lagi penerima dan sebagainya,” kata dia.

Sebelumnya, Dinas Sosial DKI Jakarta bersama Bank DKI mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) mulai Selasa (12/1/2021). Bansos tunai tersebut merupakan upaya meringankan dampak pandemi Covid-19 bagi masyarakat Ibu Kota.

 

Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini mengatakan BST didistribusikan secara bertahap dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Besaran BST DKI Jakarta sebesar Rp300 ribu per bulannya yang diberikan selama empat bulan, mulai dari Januari hingga April 2021," ujarnya seperti dikutip dalam siaran pers, Selasa (12/1/2021).

Dia menuturkan, BST tersebut disalurkan melalui rekening dan diberikan dalam bentuk Kartu Tabungan dan Kartu ATM Bank DKI. Adapun, penyaluran BST ditargetkan kepada 1.055.216 penerima manfaat.

Pencairan BST dilakukan terhitung mulai Januari 2021 secara bertahap dan bergiliran, dari satu wilayah administrasi DKI Jakarta ke wilayah administrasi lainnya.

"Lokasi penyaluran terdapat di 160 titik lokasi dari masing-masing wilayah kota administrasi DKI Jakarta," imbuhnya.

Herry memastikan pendistribusian BST yang dilakukan Bank DKI bersama Dinsos tetap memerhatikan protokol kesehatan yang ketat. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta maksimal hanya melayani 500 orang penerima BST per hari untuk setiap lokasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Anies Baswedan bansos Tri Rismaharini
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top