Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pedagang Daging Sapi di Jakarta Mogok Jualan, Mengapa?

Sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  19:34 WIB
Pedagang daging sapi segar melayani konsumen, di  Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Pedagang daging sapi segar melayani konsumen, di Pasar Modern, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (2/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengungkapkan, sejumlah komoditas pangan di wilayah DKI Jakarta mengalami kenaikan harga signifikan imbas dari musim hujan pada awal tahun 2021.

Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan mengatakan, sejumlah komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga itu di antaranya tempe, cabai rawit merah, cabai merah besar (TW), cabai merah keriting, gula pasir hingga daging sapi.

“Saat ini harga per kilogram potongan sapi yang belum dipisah antara tulang dan kulitnya sebesar Rp95 ribu ditambah pengeluaran produksi kurang lebih mencapai Rp120 ribu,” kata Reynaldi melalui pesan tertulis pada Rabu (20/1/2021).

Berdasarkan data IKAPPI, harga cabai rawit merah menyentuh di kisaran Rp82 ribu per kilogram, cabai merah keriting berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram, cabe merah besar (TW) di kisaran Rp54 ribu per kilogram. Lalu, daging sapi yang dijual di pasar yang ada di Ibu Kota berada di sekitar Rp126 ribu.

“Gula pasir sekarang Rp14 ribu. Harga Eceran Tertinggi nyatanya di lapangan tidak berpengaruh,” kata dia.

Di sisi lain, para pedagang daging sapi di kawasan Jabodetabek yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) memulai aksi mogok jualan pada hari ini, Rabu (20/1/2021).

Aksi yang dilakukan sebagai respons terhadap tingginya harga daging sapi segar ini berlangsung selama tiga hari sampai Jumat (22/1/2021). 

“Ïya, kami mulai mogok hari ini,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APDI Asnawi saat dikonfirmasi, Rabu (20/1/2021).

Asnawi menjelaskan kenaikan harga telah dirasakan dari sisi usaha penggemukan sapi bakalan eks-impor. Dia mengatakan importir telah memperoleh harga yang tinggi dari negara produsen.

Selama ini, impor sapi bakalan yang dilakukan RI berasal dari Australia. Asnawi mengemukakan harga sapi bakalan telah menyentuh US$3,6 per kilogram bobot hidup dan harga per Januari-Februari 2021 di kisaran US$3,9 per kilogram bobot hidup.

“Ini belum termasuk biaya bongkar muat pelabuhan dan biaya angkutan. Sejak Juli total kenaikan Rp13.000 per kilogram,” ujar Asnawi.

Kenaikan ini lantas berimbas ke rantai pasok lainnya. Asnawi mengatakan kenaikan harga daging di distributor telah mencapai Rp12.000 per kilogram, sehingga harga daging yang mulanya Rp115.000 per kilogram menjadi Rp125.000 sampai Rp127.000 per kilogram.

Akibat tingginya harga daging di distributor, banyak pedagang yang harus menjual dengan harga Rp130.000 per kilogram di tingkat pengecer.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

daging sapi harga komoditas
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top