Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengolahan Sampah ITF Sunter Dikritik, NasDem: Buang-Buang Anggaran

Kritikan disampaikan Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino lantaran tidak ada kejelasan mengenai hasil akhir program tersebut untuk publik.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  02:25 WIB
Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) saat pelaksanaan kegiatan strategis daerah optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019). - ANTARA/Risky Andrianto
Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) saat pelaksanaan kegiatan strategis daerah optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019). - ANTARA/Risky Andrianto

Bisnis.com, JAKARTA - Proyek pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) yang direncanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikritik dan dinilai hanya akan menghambur-hamburkan uang.

Kritikan disampaikan Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino lantaran tidak ada kejelasan mengenai hasil akhir program tersebut untuk publik.

"Pertama itu memang tidak efisien hanya buang-buang anggaran dan hasilnya juga hitungannya terhadap penggunaan listrik juga tidak apple to apple dengan cost yang dikeluarkan," kata dia dalam diskusi virtual, Senin (22/2/2021).

Sebelumnya, pemerintah DKI Jakarta merencanakan pembangunan ITF Sunter, Jakarta Utara. PT Jakarta Propertindo (Jakpro) ditunjuk untuk menggarap proyek ITF di utara dan barat Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah meletakkan batu pertama alias groundbreaking pembangunan ITF Sunter pada 20 Desember 2018. Namun, hingga kini pembangunan tak kunjung terlaksana.

Dia menilai bahwa pemerintah DKI ingin mengkonversi sampah menjadi energi melalui ITF hanyalah sebuah narasi cita-cita. Fraksi NasDem di DPRD DKI, dia melanjutkan, menolak program-program yang hanya membuang anggaran tanpa kejelasan hasil akhirnya.

"Jadi sebenarnya apakah ini hanya gimmick belaka? Pemerintah terlihat ingin mengkonversi sampah dengan suatu energi, itu seperti satu narasi yang bercita-cita, suatu fairy tale story," ujar anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD ini.

Wibi mengatakan, pemerintah DKI seharusnya menyelesaikan persoalan sampah dari hulu. Persoalan terkait adalah perilaku masyarakat yang masih membuang sampah di aliran sungai.

Kepala Seksi Pengendalian Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup DKI Aldi Jansen mengutarkan, memang ITF tak sebanding dengan produk lain jika dimanfaatkan untuk menghasilkan energi. Pemerintah DKI tak fokus pada konversi energi, melainkan bagaimana ITF menghancurkan sampah.

"Memusnahkan sampah yang menjadi tujuan utama kami," ucap dia dalam diskusi yang sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nasdem Pemprov DKI pengolahan sampah itf

Sumber : Tempo

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top