Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wagub DKI Akui Minat Sekolah Tatap Muka Masih Rendah

Sekolah tatap muka masih akan dievaluasi selama dua bulan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 08 April 2021  |  17:36 WIB
Wagub DKI Ahmad Riza Patria - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi
Wagub DKI Ahmad Riza Patria - Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui antusiasme orang tua untuk mengizinkan anaknya belajar tatap muka di sekolah relatif masih rendah.

Padahal, saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membuka 85 sekolah untuk melaksanakan uji coba kegiatan belajar mengajar tatap muka hingga dua bulan mendatang.

“Memang masih rendah dorongan orang tua untuk mengizinkan anak sekolah tatap muka, namun demikian baru 85 yang lolos verifikasi penilaian kita. Memang masih 20 hingga 30 persen, ini ke depan akan meningkat,” kata Ariza di Balai kota DKI Jakarta, Kamis (8/4/2021).

Menurut Ariza, rendahnya dorongan orang tua itu memang beralasan. Hanya saja, dia meyakini, sikap itu bakal berubah seiring dengan berjalannya proses uji coba pembelajaran tatap muka yang dilakukan di 85 sekolah.

“Dinas pendidikan berupaya meningkatkan dan mengoptimalisasi proses pembelajaran terbatas ini dengan sebaik-baiknya, menimbulkan kepercayaan publik khususnya para orang tua,” kata dia.

Adapun, sekolah tatap muka masih akan dievaluasi selama dua bulan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

Sejumlah sekolah yang telah menerapkan belajar tatap muka ini pun menjadi percontohan (piloting) dari segi protokol kesehatan yang nantinya diterapkan di sekolah lainnya, menjelang bulan Juli atau saat memasuki Tahun Ajaran Baru 2021/2022.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SMKN 2 Jakarta Murni Astuti menjelaskan hanya 45 siswa yang mengikuti sekolah tatap muka, dari jumlah total 670 siswa di sekolah tersebut.

Pembelajaran pun dilakukan hanya untuk kelas XII yang akan mengambil uji sertifikasi. Karena itu, hanya mata pelajaran produktif atau yang sesuai kejuruan yang dilakukan secara tatap muka, sedangkan mata pelajaran dasar seperti Matematika dan Bahasa Indonesia masih dilakukan secara daring.

"Siswa yang disetujui oleh orang tua adalah 45 siswa dari seluruh siswa berjumlah 670 siswa. Selebihnya semua daring dari rumah," kata Murni.

Adapun, kegiatan belajar di SMKN 2 Jakarta dibuka untuk lima kelas kejuruan, yakni Bisnis Daring dan Pemasaran, Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran, Multimedia dan Rekayasa Perangkat Lunak.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta sekolah wagub dki Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top