Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Commitment Fee Formula E Jakarta Lebih Mahal dari Kota Lain, Kok Bisa?

PSI menyebut sejumlah kota penyelenggara Formula E seperti New York, Amerika Serikat tidak dikenai commitment fee.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 16 September 2021  |  15:14 WIB
Commitment Fee Formula E Jakarta Lebih Mahal dari Kota Lain, Kok Bisa?
Laga Formula E di jalanan kota Paris, Prancis pada Sabtu (27/4/2019). - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyoroti tingginya commitment fee Formula E yang ditanggung APBD Jakarta yaitu mencapai 122,102 poundsterling atau setara dengan Rp2,4 triliun.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Komisi E dari Fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo mengatakan commitment fee di kota lainnya yang juga menjadi penyelenggara Formula E tidak setinggi Jakarta.

Bahkan, dia menyebut sejumlah kota penyelenggara Formula E seperti New York, Amerika Serikat tidak dikenai commitment fee.

"Bahkan kota Roma, Italia, dibebaskan biaya commitment fee hingga penyelenggaraan tahun 2025. Ini patut dipertanyakan, mengapa biaya commitment fee Formula E Jakarta sangat tinggi dan jelas membebani APBD Jakarta,” ujar Anggara, Kamis (16/9/2021).

Sementara itu, sambungnya, penyelenggaraan Formula E di Montreal, Kanada, hanya dikenakan biaya nomination fees for the City of Montreal senilai Rp1,7 miliar dan Race fees senilai Rp17 miliar, dengan total biaya sebesar Rp18,7 miliar.

Adapun, Pemprov DKI Jakarta memiliki kewajiban untuk membayar biaya komitmen Formula E selama lima tahun berturut-turut. Dengan perincian sebagai berikut; pertama, sesi 2019/2020 sebesar 20 juta poundsterling.

Kedua, sesi 2020/2021 sebesar 22 juta poundsterling; ketiga, sesi 2021/2022 (24,2 juta poundsterling); keempat, sesi 2022/2023 (26,620 juta poundsterling); kelima, sesi 2023/2024 (29,282 juta poundsterling).

Diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan tidak ada rekomendasi untuk menunda penyelenggaraan ajang Formula E di Ibu Kota dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Riza menyebut tidak ada kerugian ataupun potensi kerugian negara atas rencana penyelenggaraan ajang Formula E di Jakarta pada 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta apbd dki partai solidaritas indonesia Formula E Championship
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top