Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Benarkah Teluk Jakarta Terkontaminasi Parasetamol? Ini 5 Faktanya!

Studi internasional mencatat pencemaran bahan kimia parasetamol di perairan Teluk Jakarta. Benarkah demikian? Simak 5 fakta berikut ini.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Oktober 2021  |  08:05 WIB
Nelayan tengah mencari ikan di Teluk Jakarta. - Antara
Nelayan tengah mencari ikan di Teluk Jakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Informasi yang menyebutkan perairan Teluk Jakarta terkontaminasi parasetamol menjadi sorotan netizen atau warganet. Simak 5 fakta berikut ini.

Sebuah studi internasional yang dipublikasikan pada Agustus 2021 mencatat pencemaran bahan kimia parasetamol, yang biasa digunakan pada obat penurun panas, di perairan Teluk Jakarta.

Penelitian ini diterbitkan dalam Marine Pollution Bulletin edisi Volume 169, Agustus 2021 yang dapat diakses di www.sciencedirect.com dengan judul 'High concentrations of paracetamol in effluent dominated waters of Jakarta Bay, Indonesia'.

Dalam studi tersebut, ada empat peneliti yang terlibat untuk menguji kandungan kimia parasetamol di Teluk Jakarta. Tercatat tiga peneliti dari School of Pharmacy and Biomolecular Sciences, University of Brighton bernama Wulan Koagouw, George W.J. Olivier, dan Corina Ciocan. Sementara itu, satu orang peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Zainal Arifin juga ikut berpartisipasi.

Pada 2019, Instutut Pertanian Bogor (IPB) juga melaporkan kontaminan limbah domestik rumah tangga, salah satunya detergen mencemari air sungai Ibu Kota. Air sungai juga tercemar bakteri e-coli akibat masih banyak warga Jakarta buang air besar sembarangan di sungai atau tempat mandi cuci kakus (MCK) tak layak.

Benarkah Teluk Jakarta terkontaminasi bahan kimia? Berikut5 fakta terkait konsentrasi tinggi parasetamol di perairan Teluk Jakarta seperti dilansir dari Tempo.co, Sabtu (3/10/2021):

1. Kandungan Parasetamol

Kandungan bahan kimia parasetamol, yang biasa digunakan sebagai obat pereda demam dan nyeri, terdeteksi di kawasan Angke dan Ancol, keduanya berlokasi di Jakarta Utara. Konsentrasi parasetamol di Angke sebesar 610 ng/L dan Ancol 420 ng/L.

"Konsentrasinya sangat minim, tapi memberi dampak bukan ke manusia saja, tapi ke hewan juga yang ada di sana," jelas peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Zainal Arifin.

2. Studi Pertama

Penelitian kali ini merupakan studi pertama yang menemukan kandungan parasetamol atau acetaminophen di perairan sekitar Indonesia, khususnya Teluk Jakarta. Menurut Zainal, riset ini barulah studi awal yang perlu didalami lagi.

3. Sebelum Pandemi Covid-19

Menurut Zainal, penelitian kandungan parasetamol di perairan Teluk Jakarta ditemukan sebelum pandemi Covid-19. Riset soal pencemaran ini memang terbit tahun ini. Namun, kata dia, pengumpulan sampel air laut dilakukan pada akhir 2018 atau 2019.

"Jadi risetnya sebelum Covid-19," ujarnya.

4. Kandungan Pencemar Lain

Peneliti mengambil sampel air yang dominan terkontaminasi limbah di empat lokasi Teluk Jakarta dan satu di pantai utara Jawa Tengah.

Selain parasetamol, peneliti menemukan, kandungan nutrisi air laut melebihi batas Baku Muku Air Laut Indonesia. Beberapa sampel air juga mengandung logam.

5. Sumber Pencemaran

Zainal belum bisa menyimpulkan sumber kandungan parasetamol lantaran perlu penelitian lebih lanjut. Namun, dia memprediksikan kandungan parasetamol ini berasal dari industri atau pemakaian individu. Hal itu mengingat masyarakat terkadang berlebihan minum obat yang mengandung parasetamol.

Faktor pencemaran kedua, yaitu pengelolaan limbah cair yang buruk. Zainal mengingatkan pemerintah pusat dan daerah untuk lebih memperhatikan sistem pengelolaan limbah cair sebelum dibuang ke laut.

"Karena parasetamol itu akan diekskresikan, dibuang lewat air seni dan juga fesesnya," imbuhnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta laut pencemaran lingkungan parasetamol
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top