Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Harga Minyak Goreng Naik, DPRD Minta Pemprov DKI Siapkan Antisipasi

Koordinasi perlu dilakukan khususnya untuk melakukan deteksi dini tindakan oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan momentum kenaikan harga minyak goreng.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 11 November 2021  |  18:42 WIB
Harga Minyak Goreng Naik, DPRD Minta Pemprov DKI Siapkan Antisipasi
/Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dinilai harus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk mengembalikan kestabilan harga minyak goreng yang naik dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz, koordinasi tersebut perlu dilakukan khususnya untuk melakukan deteksi dini tindakan oknum-oknum tertentu yang memanfaatkan momentum kenaikan harga minyak goreng.

"Saya kira harus ada koordinasi dengan badan-badan terkait agar bisa dilakukan deteksi dini, jangan sampai kenaikan harga ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu," ujar Abdul Aziz ketika dihubungi, Kamis (11/11/2021).

Dia menilai posisi minyak goreng sebagai komoditas utama masyarakat menjadi faktor yang menarik perhatian oknum-oknum di pasar yang mengambil keuntungan dengan menahan peredaran stok.

Pemerintah, lanjutnya, juga mesti menyiapkan strategi jangka panjang alih-alih melakukan tindakan sporadis seperti operasi pasar.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati memastikan persediaan minyak goreng di wilayah DKI Jakarta aman meskipun mengalami kenaikan harga dalam sepekan terakhir

Suharini menjelaskan persediaan minyak goreng di DKI Jakarta tercatat sebanyak 35.900 liter secara total dari 2 sumber.

Melalui persediaan di PT Food Station, ujarnya, stok minyak goreng tercatat sebesar 25.900 liter. Sementara itu, stok minyak goreng di Bulog Divre Jakarta-Banten berkisar 10.000 liter.

Selain itu, Pemprov akan bersinergi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, dan Satgas Pangan untuk saling bekerja sama menjaga kestabilan harga dan pasokan minyak goreng.

Sebagai informasi, harga minyak goreng di Jakarta hingga Kamis (11/11/2021) bervariasi. Untuk harga rerata senilai Rp18.633 per kilo gram, untuk harga terendah Rp15.000 per kilogram, dan untuk harga tertinggi Rp20.000 per kilogram.

Menurut informasi terbaru mengenai daftar perubahan harga pangan dari Pemprov DKI seperti dikutip Bisnis dari situs Info Pangan Jakarta, harga minyak goreng di sejumlah pasar tercatat naik baik secara harian maupun mingguan.

Per 11 November 2021, harga minyak goreng terpantau naik secara harian di sebanyak 5 pasar, antara lain; Pasar Senin Blok III - VI, Pasar Pulo Gadung, Pasar Ujung Menteng, Pasar Tebet Barat, dan Pasar Pos Pengumber.

Kenaikan harga minyak goreng harian di 5 pasar tersebut berkisar Rp500 sampai dengan Rp1.000. Jumlah total pasar di Jakarta yang tercatat di situs resmi Pemprov DKI Jakarta adalah sebanyak 45 pasar.

Harga minyak goreng di 15 pasar di Jakarta juga tercatat meroket dalam sepekan terakhir. Pada 11 November 2021, kenaikan berkisar antara Rp200 sampai dengan Rp2.350 dari harga sepekan sebelumnya.

Sejumlah pasar yang mengalami kenaikan di antaranya; Pasar Pulo Gadung (Rp3.200), Pasar Jembatan Merah (Rp2.350), Pasar Petojo Ilir (Rp1.200), dan Pasar Baru Metro Atom (Rp1.100).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta
Editor : Edi Suwiknyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top