Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kualitas Udara Jakarta Masih Buruk, Peringkat 2 Terburuk Sejagat!

Kualitas udara di DKI Jakarta kembali menempati posisi kedua dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.
Szalma Fatimarahma
Szalma Fatimarahma - Bisnis.com 21 Juni 2022  |  08:35 WIB
Kualitas udara DKI Jakarta masih menjadi yang terburuk di dunia.
Kualitas udara DKI Jakarta masih menjadi yang terburuk di dunia.

Bisnis.com, JAKARTA – Kualitas udara DKI Jakarta masih menjadi yang terburuk di dunia. Berdasarkan data IQAir pada hari ini, Selasa (21/6/2022), kualitas udara di DKI Jakarta kembali menempati posisi kedua dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. 

Tepat pada pukul 08.15 WIB, polusi udara di Jakarta memiliki indeks kualitas udara yang mencapai angka 159 dan menandakan kondisi yang tidak sehat.    

Dikutip dari situs pemantau kualitas udara di dunia, iqair.com, bahwa konsentrasi PM2.5 atau partikel udara di Jakarta untuk saat ini 14,2 kali di atas nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Adapun diketahui bahwa kualitas udara di Jakarta telah berada di kondisi yang tidak sehat sejak Selasa, 14 Juni 2022 lalu.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza menyebutkan bahwa kualitas udara yang buruk tersebut, masih terus menjadi pekerjaan rumah (PR) yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Meskipun demikian, Riza mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menyusun program Langit Biru yang ditujukan untuk mencegah ataupun mengendalikan pencemaran udara di kota ini.

Adapun Wagub DKI Jakarta tersebut juga memastikan pihaknya juga terus menambah ruang terbuka hijau dan beberapa program lainnya guna memperbaiki kualitas udara di Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta dki jakarta kualitas udara kualitas udara kualitas udara
Editor : Edi Suwiknyo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top