Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Tidak Sehat, Terburuk Kelima di Dunia

Kualitas udara di Jakarta pada Sabtu (25/6/2022) pukul 10.00 WIB berada di posisi kelima terburuk di dunia
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 25 Juni 2022  |  10:53 WIB
Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Tidak Sehat, Terburuk Kelima di Dunia
Kawasan Jalan Jenderal Sudirman di Jakarta Pusat. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kualitas udara di Jakarta pada Sabtu (25/6/2022) pukul 10.00 WIB berada di posisi kelima terburuk di dunia.

Dikutip dari data situs pemantau kualitas udara di dunia iqair.com, dari  10 kualitas udara buruk pada pagi ini, ada 6 kota berada dalam zona merah atau kota dengan polusi udara tinggi atau tidak sehat.

Adapun indikator kualitas udara tidak sehat (AQI US) pada zona merah berkisar 151—200, sementara kota dengan kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitive (warna oranya) AQI US 101—150.

Berikut 10 kota dengan kualitas buruk pada hari ini di dunia:

1. Delhi, India

2. Dubai, Uni Emirat Arab

3. Lahore, Pakistan

4. Santiago, Cile

5. Jakarta, Indonesia

6. Riyadh, Arab Saudi

7. Sao Paulo, Brasil

8. Kuwait City, Kuwait

9. Kathmandu, Nepal

10. Seoul, Korea Selatan

 

WHO merekomendasikan  enam indikator kualitas udara. Keenamnya adalah partikulat atau debu halus (PM), ozon (O3), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2) dan karbon monoksida (CO).

Pedoman kualitas udara WHO terbaru, untuk PM2,5 misalnya, nilai ambang batas pajanan tahunan sebesar 5 mikogram per meter kubik.

Untuk hariannya kurang dari 15 mikrogram per meter kubik.

Parameter polutan NO2 juga sama. Nilai ambang batas paparan aman tahunan 10 mikrogram per meter kubik. Adapun, angka ambang batas pajanan harian sebesar 25 mikogram per meter kubik.

Risiko kesehatan yang terkait dengan partikel yang berdiameter sama atau lebih kecil dari 10 dan 2,5 mikron (masing-masing PM10 dan PM2,5) memiliki relevansi kesehatan tertentu pada masyarakat. Baik PM2,5 dan PM10 mampu menembus ke dalam paru-paru tetapi PM2,5 dapat lebih jauh lagi yakni memasuki aliran darah, yang terutama mengakibatkan dampak pada kardiovaskuler dan pernapasan, serta mempengaruhi organ lain.

Debu halus PM10 dan PM2,5 biasanya dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar di berbagai sektor, termasuk transportasi, energi, rumah tangga, industri, dan dari pertanian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta polusi udara kualitas udara
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top