Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PDIP Tetap Gulirkan Interpelasi Formula E, meski Anies Baswedan Lengser

Gembong berharap dengan adanya interpelasi, Penjabat (PJ) Gubernur DKI pengganti Anies dapat menentukan sikap apakah gelaran Formula Emasih perlu dilakukan.
1

Anies Lengser

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyerahkan dokumen sekaligus memberikan keterangan soal Formula E, di Jakarta Selatan, Selasa (8/2/2022). JIBI - Bisnis/Nancy Junita @prasetyoedimarsudi
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyerahkan dokumen sekaligus memberikan keterangan soal Formula E, di Jakarta Selatan, Selasa (8/2/2022). JIBI - Bisnis/Nancy Junita @prasetyoedimarsudi
Bagikan

Gembong juga mengatakan, bahwa tidak masalah interpelasi dilakukan, meskipun Anies Baswedan sudah lengser. Pasalnya, pemerintahan termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sifatnya berkelanjutan.

"Ye enggak masalah. Pemerintah itu kan berkelanjutan jadi enggak ada masalah," katanya.

Dia juga berharap dengan adanya interpelasi, Penjabat (PJ) Gubernur DKI pengganti Anies dapat menentukan sikap apakah gelaran Formula Emasih perlu dilakukan.

Begitu juga terkait pemanggilan Anies Baswedan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pihaknya menilai bahwa hal tersebut kewenangan lembaga antisurah tersebut.

Sementara itu, sebagai anggota DPRD, pihaknya tetap ingin menggunakan hak interpelasi.

"Itu kan urusan hukum," katanya singkat.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi tidak menjelaskan secara gamblang terkait kelanjutan interpelasi Formula E Jakarta.

Dia tidak berkomentar banyak terkait soal hal itu. Padahal, sebelumnya dia mengaku ingin kembali menggulirkan interpelasi Formula E. 

Apalagi, Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta, menyatakan dirinya dinyatakan tidak bersalah melanggar tata tertib dan kode etik saat menggulirkan hak interpelasi perihal Formula E Jakarta pada tahun lalu.

Prasetyo ingin meminta penjelasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait kucuran dana APBD senilai Rp560 miliar untuk pembayaran commitment fee kepada Formula E Operation (FEO).

"Nanti ya," kata Prasetyo di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (1/8/2022). 

2 dari 3 halaman

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Formula E Jakarta Anies Baswedan
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top