Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Heru Budi Perintahkan Inspektorat dan Disdik DKI Usut Kasus Guru Intoleran di SMAN 52

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta jajarannya untuk mengusut tuntas kasus guru yang intoleran di SMA Negeri 52 Jakarta.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 20 Oktober 2022  |  13:35 WIB
Heru Budi Perintahkan Inspektorat dan Disdik DKI Usut Kasus Guru Intoleran di SMAN 52
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/10/2022). JIBI - Bisnis/Pernita Hestin Untari
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono memerintahkan Inspektorat dan Dinas Pendidikan DKI mengusut kasus guru intoleran di SMA Negeri 52 Jakarta.

“Inspektorat Pemprov DKI dengan Disdik [Dinas Pendidikan] sudah turun. Itu ada mekanismenya,” kata Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (20/10/2022).

Meskipun, oknum guru tersebut sudah diberhentikan dari jabatan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, dia masih bertugas sebagai pengajar.

Heru belum bisa memastikan apakah oknum akan diberhentikan sebagai guru.

“Ada prosesnya [soal pemecatan] inspektorat lagi membahas, belum lapor ke saya,” tandasnya.

Sebelumnya, Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Ima Mahdiah melakukan sidak ke SMA Negeri 52 Jakarta setelah menerima laporan guru intoleran di sekolah. Kasus tersebut perihal diskriminasi dalam pemilihan ketua OSIS.

Salah seorang guru menyebut bahwa ketua OSIS tidak boleh nonmuslim.

“Saya juga menerima laporan bukti berupa rekaman percakapan guru dan siswa saat berdiskusi perihal seleksi OSIS. Setelah melewati beberapa seleksi, terpilih lima orang siswa kandidat ketua OSIS dan salah satunya adalah nonmuslim. Dalam rekaman itu jelas bahwa guru tersebut mengatakan bakal calon kandidat ketua OSIS nonmuslim jangan sampai lolos karena menurutnya tidak bisa dikontrol nanti saat pemilihan,”papar Ima di Instagram, dikutip Selasa (18/10/2022)

Dia menyebut, bahwa alasan oknum guru tersebut khawatir apabila ketua OSIS yang terpilih bukan siswa muslim. Dia menilai Ketua OSIS yang nonmuslim kemungkinan condong membuat program OSIS yang tidak pro- Islam.

“Atas hal ini maka saya sampaikan pada pimpinan Fraksi PDI Perjuangan merekomendasikan guru tersebut dipecat, agar jera,” katanya.

Sebagaimana diketahui, dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 pasal 30, disebutkan seorang guru dapat diberhentikan dengan tidak hormat jika melanggar sumpah dan janji jabatan. Dalam sumpah guru, disebutkan bahwa guru harus berdasarkan nilai-nilai Pancasila, sedangkan tindakan intoleransi ini melanggar nilai-nilai tersebut.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

heru budi hartono intoleransi guru
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top