Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Proses IPO Bank DKI Masih Panjang, Ini Alasannya

Bank DKI membutuhkan waktu dan kajian yang panjang untuk melakukan initial public offering atau IPO.
Warga melintas di depan ATM Gallery Bank DKI di Jakarta, Senin (8/6/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Warga melintas di depan ATM Gallery Bank DKI di Jakarta, Senin (8/6/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana PT Bank DKI untuk melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) masih panjang. Direksi masih mempetimbangkan banyak hal termasuk kondisi pasar yang cenderung fluktuatif belakangan ini.

Direktur Utama Bank DKI Fidri Arnaldy mengungkapkan bahwa pihaknya akan mencari waktu yang tepat untuk melakukan peninjauan market sekaligus memantau kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

“Kondisi pasar tidak menentu, waktu itu banyak orang yang masuk ke market, ketika masuk posisinya malah turun, ini yang harus kita baca dan diperhatikan,” jelas Fidri saat ditemui di Balai Kota yang dikutip Bisnis, Kamis (19/1/2023).

Fidri menambahkan untuk melakukan IPO, Bank DKI akan melakukan beberapa analisa untuk mendapatkan posisi yang terbaik ketika melantai di bursa nanti.

Ketika ditanyakan mengenai IPO tahun ini, Fidri hanya menyampaikan “insyaallah” karena untuk melakukan aksi korporasi tersebut membutuhkan proses yang tidak cepat.

“Aturannya kita ini berproses semua, nanti sudah net posisi baru boleh kita ajukan ke OJK,” jelas Fidri.

Sebelumnya Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono tengah mengkaji langkah Bank DKI untuk melakukan aksi IPO. Sebagaimana diketahui, Bank DKI telah merencanakan IPO beberapa tahun sebelumnya.

“Untuk IPO Bank DKI sebenarnya ini rencana dari 2015 dan sudah ada tahapan-tahapan, dan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi kepada pihak otoritas. Kami akan mengkaji ini,” ujar Heru.

Sebagai informasi, Bank DKI telah melakukan pembukaan sebanyak 5 kantor cabang di luar Jabodetabek, tepatnya di Lampung, Semarang dan Sidoarjo. Pembukaan kantor cabang tersebut terdiri atas 2 kantor cabang konvensional dan 3 kantor cabang syariah.

Dibukanya Kantor Cabang di wilayah Lampung, Semarang dan Sidoarjo merupakan langkah Bank DKI terus meningkatkan eksistensinya di luar wilayah Jabodetabek. Di samping itu, Bank DKI juga siap untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan dengan berbagai pihak dalam rangka percepatan pertumbuhan perekonomian daerah.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper