Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Area Penitipan Anak yang Dibangun Anies Bakal Dibongkar, Ini Kata Pj Gubernur Heru

PJ Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono buka suara soal kabar pembongkaran arena penitipan anak yang dibangun di era Anies Baswedan. Apa katanya?
Taman Penitipan Anak (TPA) Negeri Bale Bermain Balai Kota DKI Jakarta
Taman Penitipan Anak (TPA) Negeri Bale Bermain Balai Kota DKI Jakarta

Bisnis.com, JAKARTA - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono buka suara soal rencana pihaknya memangkas Taman Penitipan Anak (TPA) Negeri Bale Bermain Balai Kota, yang juga dijadikan pendidikan anak usia dini (PAUD). Lokasi tersebut merupakan peninggalan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan yang didirikan pada 2018 silam.

Heru mengklaim TPA Negeri Bale Bermain Balai Kotayang berada di Blok G Balai Kota itu tidak akan digusur melainkan direnovasi saja.

"Itu nggak kita pindah, itu kan mau dibagusin," kata Heru beberapa hari lalu. 

Heru menyampaikan TPA program Anies Baswedan itu akan tetap ada di Blok G Balai Kota.

Justru, mantan Kepala BPKAD tersebut menegaskan pihaknya akan memperindah ruangan TPA secara menyeluruh.

"Ada, ada sudah pasti ada. Ruangannya kita bagusin semuanya," ucapnya.

Berdasarkan pantaian di lokasi, barang-barang TPA mulai disingkirkan di pojokan ruangan. Plt Kepala sekolah TPA Negeri Bale Bermain Balai Kota, Barjono membenarkan kabar pemangkasan luas TPA Balai Kota itu.

Dia juga menyebut papan nama TPA yang sebelumnya menggantung di bagian atas depan pintu masuk pun telah dibongkar. Selain itu ukuran TPA akan diperkecil yang diperkirakan sepertiga dari luas ruangan saat ini dan pintu masuk TPA bakal diubah.

"Kami di TPA N ini kemarin diinfokan dari Biro Umum bahwa ruangan ini sebagian akan dipangkas untuk kemudian digunakan," kata Barjono, Kamis (16/3/2023).

Barjono menyampaikan bahwa papan nama itu dicopot pada Minggu, 12 Maret 2023. Sebelum papan nama itu dicopot jajaran biro umum hingga sekretaris daerah (Sekda) lebih dahulu meninjau TPA, antara lain pada Kamis 9 dan 10 Maret 2023. Ruangan TPA yang dipangkas rencananya diperuntukan untuk lobi atau ruang VIP tamu

"Sebagian ruangannya mau dipakai untuk kalau nggak salah untuk ruang VIP," ungkapnya.

Lebih lanjut, Barjono menjelaskan bahwa TPA Negeri bernama Bale Bermain Balai Kota peninggalan Anies Baswedan saat menjabat Gubernur DKI Jakarta itu rencananya akan dibongkar pada Sabtu pekan ini. 

"Iya seperti itu kayaknya [dibongkar Sabtu]. Kemarin kami juga dapat kabar dari biro umum katanya Sabtu ini sudah mau dikerjakan," kata dia.

Barjono menyatakan bahwa TPA atau PAUD punya karakteristik yang khas karena dilengkapi fasilitas lain seperti tempat tidur, ruang laktasi, dan fasilitas pelengkap lainnya.

"Persyaratan untuk TPA menurut standar pendidikan Permendikbud 137 tahun 2014 seperti itu. Jadi kalau persisnya sih rasionya 3 meter persegi begitu ya," ucapnya.

"Tetapi di TPA itu kita bukan saja ruang belajar tetapi ada lagi fasilitas ruang tambahan lain menurut standar pendidikan itu ada ruang bermain indoor dan ruang bermain outdoor," lanjut dia.

Sebagai informasi, TPA Negeri tersebut dibangun untuk menitipkan anak-anak dari para pegawai DKI di Balai Kota. Di TPA Negeri ini, anak-anak para pegawai bisa mengikuti pendidikan PAUD yang pengajarnya berasal dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Selain itu, TPA program Anies Baswedan ini sudah beroperasi sejak 12 September 2018 lalu. Bagi para pegawai negeri yang menitipkan anaknya di TPA ini tidak juga tidak dikenakan biaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper