Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tidak Capai Target, Pemprov DKI Diminta Untuk Menggenjot Retribusi Pariwisata Jakarta

DPRD DKI menilai masih banyak tempat wisata Jakarta yang perlu di evaluasi untuk menggenjot pendapatan retribusi tahun ini.
Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta./Bisnis-Triawanda Tirta
Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta./Bisnis-Triawanda Tirta

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi C DPRD DKI Jakarta meminta Dinas Kebudayaan serta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) mencari terobosan baru untuk menggenjot retribusi pariwisata Jakarta.

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Habib Muhammad bin Salim Alatas mengatakan berdasarkan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) penggunaan APBD tahun 2022 pendapatan retribusi dari sektor pariwisata jauh dari target pencapaian.

“Evaluasi lagi Dinas Kebudayaan, masalah pertunjukan dan gedung, kesulitan mengejar targetnya. Tolong Dievaluasi, kalau tidak, tidak akan mencapai target,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (7/4/2023).

Habib juga mengimbau Dinas Kebudayaan serta Dinas Parekraf melakukan terobosan untuk menarik minat wisatawan dalam ataupun luar negeri demi menggenjot pendapatan retribusi tahun ini. Terutama pada tempat-tempat wisata yang baru direvitalisasi.

Menurut dia, Taman Ismail Marzuki (TIM) merupakan tempat wisata yang strategis, apalagi sudah direnovasi, sehingga wisatawan asing bisa mengenal budaya lewat merchandise, souvenir, makanan betawi.

“Bisa juga maskot Monas, dibawahnya bikin kerajinan, dan pusat oleh-oleh seperti di Bali,” ucapnya.

Hal senada juga diungkap Wakil Ketua Komisi C Rasyidi bahwa tempat-tempat wisata yang telah direvitalisasi harus dioptimalkan sehingga bisa menghasilkan pendapatan.

“TIM sudah dibangun baik, seyogyanya setelah revitalisasi juga harus dapat keuntungan. Keuntungan secara moril ataupun materil, jangan kita membuat sesuatu tidak ada manfaatnya,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengaku rendahnya realisasi retribusi yang disetorkan karena masih dalam masa transisi pandemi. Sehingga sebagian besar kegiatan yang ada di aset tersebut memang tidak banyak dikunjungi oleh pengunjung.

Perlu diketahui, retribusi jasa usaha Dinas Kebudayaan memiliki target Rp8,2 miliar dan hanya terealisasi Rp3,7 miliar atau setara dengan 44,84%. 

“Transisi pandemi jelas membuat kami agak kesulitan untuk mengejar target. Kami juga pada tahun 2022 mengadakan revitalisasi pada gedung-gedung pertunjukan karena tidak ada pengunjung,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Parekraf DKI Andhika Permata menjelaskan pihaknya hanya mencapai target retribusi sebesar Rp2,9 miliar atau 20,99% dari target Rp14,1 miliar. Hal tersebut dijelaskan karena pada tahun 2022 Monas sempat tutup hingga Juni.

“Karena wisata kawasan Monas ditutup berdasarkan Seruan Gubernur nomor 3 tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penyebaran Covid-19 bagi Masyarakat. Penutupan dilaksanakan mulai tangal 20 Maret 2019 sampai 15 juni 2022, dan 1 Juli 2022 untuk wisata cawan Monas,” ungkapnya.

Andhika mengaku akan melakukan sejumlah upaya untuk mendongkrak pendapatan retribusi di tahun 2023 dengan mengusulkan pemberlakuan kembali kunjungan Monas pada malam hari khusus pada hari Sabtu dan Minggu sampai pukul 22.00 WIB dan mengusulkan penyesuaian tarif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper