Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dharma Jaya Tagetkan Bisnis Pulih Tahun Ini

BUMD DKI Perumda Dharma Jaya optimis bisnisnya akan mengalami peningkatan tahun ini.
Ilustrasi daging sapi beku/Perumda Dharma Jaya
Ilustrasi daging sapi beku/Perumda Dharma Jaya

Bisnis.com, JAKARTA — BUMD DKI Perumda Dharma Jaya optimis bisnisnya meningkat tahun ini. Hal ini seiring dengan perusahaan yang memulai menjajaki transformasi bisnisnya ke digitalisasi.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman mengatakan, dilakukannya digitalisasi karena perusahaan ingin mendorong perusahaannya terus berkembang, dan harus dilakukan. Sebab, potensi ekonomi digital Jakarta tengah berkembang.

“Transformasi digital pada Dharma Jaya harus segera dilakukan. Selain dapat meningkatkan efisiensi produktivitas, juga dapat melahirkan inovasi perusahaan dengan mengadopsi teknologi yang tepat,”kata Raditya dalam siaran pers, Minggu (9/7/2023).

Tahun ini, Dharma Jaya dalam tahap perencanaan untuk menerapkan digitalisasi teknologi dalam pengembangan bisnis inti. Mulai dari identifikasi kebutuhan, penentuan anggaran, evaluasi teknologi yang tersedia serta pengembangnya, perencanaan infrastruktur, perencanaan pelaksanaan, pengujian dan evaluasi.

Dengan mengadopsi teknologi yang tepat, lanjut Raditya, maka perusahaannya dapat mengoptimalkan proses operasional, menghadapi persaingan dan memenuhi tuntutan pasar yang terus berkembang serta dapat menjawab tantangan pasar.

Sebagai informasi, dalam mentransformasikan bisnisnya ke digital, Dharma Jaya juga melirik e-commerce dan penggunaan aplikasi digital sebagai channel pemasaran digital.

Raditya menyampaikan, platform e-commerce dan aplikasi digital dimanfaatkan untuk meningkatkan aksesibilitas produk, semakin memudahkan masyarakat dalam mendapatkan produk-produk berkualitas tanpa perlu datang ke lokasi.

Dharma Jaya juga akan menggunakan media sosial untuk melakukan iklan secara online agar dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kesadaran merek dan brand ditengah-tengah masyarakat.

“Kita dapat mendekatkan hubungan Perumda Dharma Jaya dengan konsumen. Tujuan akhirnya, meningkatkan hasil penjualan. Jadi mereka ada kesadaran kalau butuh daging sapi, ya langsung ingat beli di Dharma Jaya. Itu sisi hilir,” jelasnya. 

Kemudian di sisi hulu, Raditya menerangkan peternakan sapi juga akan menggunakan teknologi digital berupa sensor seperti Radio Frequency Identification Device (RFID). Teknologi RFID ini ditempel di telinga sapi untuk tanda identifikasi sapi tersebut, mulai dari asal dari daerah mana, umur hingga catatan kesehatannya dapat dibaca dengan lengkap. 

“Data-data tersebut kita input dulu. Jadi saat sapi masuk dalam mesin scanner RFID, data sapi tersebut sudah muncul dan lengkap seperti KTP,” jelas Raditya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper