Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perkuat Ekonomi Jakarta, Heru Budi Audiensi Terbatas Sejumlah Pengusaha

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono telah melakukan audiensi terhadap sejumlah pengusaha untuk memperkuat perekonomian Jakarta
Perkuat Ekonomi Jakarta, Heru Budi Audiensi Terbatas Sejumlah Pengusaha. Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat melakukan audiensi terbatas dengan sejumlah pengusaha / BISNIS - Nabil Syarifudin
Perkuat Ekonomi Jakarta, Heru Budi Audiensi Terbatas Sejumlah Pengusaha. Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat melakukan audiensi terbatas dengan sejumlah pengusaha / BISNIS - Nabil Syarifudin

Bisnis.com, JAKARTA — Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono telah melakukan audiensi terhadap sejumlah pengusaha untuk memperkuat perekonomian Jakarta.

Heru mengatakan, perekonomian Jakarta terus mengalami pertumbuhan pascapandemi Covid-19. Pemulihan ini juga didukung oleh bisnis dari para pelaku usaha yang menunjukan tren positif.

Heru menyampaikan, pertemuan dengan para pengusaha diperlukan untuk memperoleh masukan. Nantinya, sambungnya, masukan tersebut diimplementasikan untuk membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jakarta. 

"Bangkitnya ekonomi di Jakarta tentunya berkat para pelaku usaha. Saya yakin dilakukannya dengan berbagai cara dan metode yang pas agar tidak merugikan salah satu pihak,” ujar Heru dalam keterangan resmi, Kamis (13/7/2023).

Heru melanjutkan, adanya saran-saran yang diberikan oleh para pelaku usaha dinilai sangat relevan dengan kondisi yang ada di lapangan, khususnya sektor riil.

“Kami Pemprov DKI Jakarta akan menampung, dan jika ada saran yang perlu langsung di tindak lanjuti kami akan lakukan,” jelasnya. 

Dirinya mengaku terus memantau perkembangan usaha di Jakarta. Terlebih bangkitnya perekonomian pasca pandemi Covid-19 sangat berdampak pada dunia usaha. Pihaknya juga terus mendorong bangkitnya aktivitas produksi, khususnya pada sektor-sektor yang memiliki dampak yang besar. 

Data Bank Indonesia menunjukan, perekonomian DKI Jakarta pada triwulan I-2023 dengan pangsa 16,92 persen terhadap nasional tercatat tumbuh sebesar 4,95 persen secara year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yakni 4,85 persen yoy. 

Perbaikan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta tersebut terutama didorong oleh meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat pasca pencabutan PPKM dan berlangsungnya beberapa HBKN seperti Imlek, Nyepi, dan awal bulan Ramadan.

Adapun perekonomian DKI Jakarta pada 2023 diproyeksikan masih akan tumbuh tinggi pada kisaran 4,8 persen-5,6 persen yoy. Prakiraan tersebut didukung oleh mobilitas masyarakat yang terus meningkat pasca pencabutan PPKM, optimisme masyarakat yang masih baik, semakin tingginya aktivitas pariwisata, MICE dan event seiring pelonggaran restriksi perjalanan dan meredanya kasus Covid-19, serta berlanjutnya berbagai proyek infrastruktur strategis nasional pemerintah.

Inflasi DKI Jakarta pada 2023 diperkirakan akan menurun dibandingkan tahun sebelumnya dan kembali ke rentang sasaran 3,0. Kondisi tersebut didukung oleh pasokan bahan pangan yang semakin terjaga sejalan dengan kondisi cuaca yang lebih kondusif serta penguatan berbagai upaya pengendalian inflasi, utamanya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), termasuk perluasan kerjasama antar daerah (KAD) oleh 3 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan DKI Jakarta.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper