Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Proyek ITF Sunter Disetop, Pemprov DKI Alihkan Dana ke Bisnis Jakpro?

Pemprov DKI menyatakan proyek ITF Sunter disetop dan berpotensi digunakan untuk kegiatan bisnis Jakpro.
Logo Jakpro/dokumentasi
Logo Jakpro/dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberhentikan proyek intermediate treatment facility (ITF) Sunter dengan anggaran sebesar Rp577 miliar. Dana ini rencananya dialihkan untuk bisnis PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, anggaran sebesar Rp577 miliar tersebut akan digunakan untuk kegiatan lain BUMD DKI Jakpro, dan tentunya hal ini harus disahkan dalam APBD-P.

“Jadi nanti itu ada perubahan peruntukan kegiatan, dan natinya harus disahkan kembali dalam APBD-P,” ujar Asep saat dikonfirmasi, Kamis (3/8/2023).

Meskipun demikian, dalam pemanfaatan anggaran tersebut nantinya akan tergantung terhadap Jakpro dan Pemprov DKI, apabila dana tersebut tidak akan digunakan dan dikembalikan, maka tentunya harus ada perubahan APBD-P.

“Dana tetap digunakan untuk Jakpro tapi digunakan untuk kegiatan lain silakan, atau mungkin nanti dicatatkan kembali, dikembalikan oleh Jakpro silakan, itu keputusan memang ada pada saat pembahasan APBD-P,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin menyatakan bahwa pihaknya belum menggunakan dana sebesar Rp577 miliar untuk proyek ITF Sunter dikarenakan proses untuk mengucurkan anggaran tersebut tidak bisa langsung. 

“Belum sama sekali kita gunakan. Proses untuk menjalankan penyertaan modal daerah [PMD] ada tahapannya, tidak langsung,” jelasnya.

Dia menegaskan, Jakpro merupakan BUMD DKI yang hanya menerima penugasan apapun dari Pemprov DKI dan siap mensukseskan proyek yang diberikan ini berjalan dengan baik. 

“Jakpro itu pihak yang hanya diberi penugasan, sebab semua kebijakan ada di Pemprov DKI. Intinya untuk kebaikan publik Jakarta. Kami wajib untuk mensukseskan penugasan ini berjalan dengan baik,” jelasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper